Jumat, 16 Maret 2012
Sabtu, 04 Februari 2012
Beranda, sore itu, kita
buatnya...
Sederhana..
Rasa ini sederhana
Seperti pada umumnya makna
Seperti beranda-beranda yang lainnya
Tak banyak bermekaran bunga, sayang.
Cukuplah aster ungu disudut pandang
Cukuplah senja sebagai penerang
Karena dalam hati kita semua jelas terbayang..
Diberanda ini hati kita bermekaran cahaya berpendaran…
sayang, aku ingin kita berdua bersama
dalam suasana senja,
dalam beranda asmara
jika semakin larut waktu,
ingatkan kita untuk tertawa
2/2/12
-imwn-
melagukan Tanya
Sesaat sebelum keluar
Aku kumpulkan logika
Namun yang bertanya itu hati
Lalu berharap pada jawab
Sebelum mati lagi
Sesudah hidup kembali
Datang lagi…
Sepi…
Detak-detak jantung saat ini
adalah nada
Darah yang terpompa
melagukan Tanya
Kapankah aku bersamamu seperti darah
bertemu udara?
Yang keduanya terus menerus menyatu
Mati dan hidup dalam diri.
4/2/12
Minggu, 22 Januari 2012
heuh...
"orang yg menyatakan sudah punya jawab adalah orang yg belum mempertanyakan sepenuhnya" - Kong Hu Cu
Semua hal sepertinya berawal dari rasa tanya. Penasaran. Kita terus-menerus bertanya tentang hal-hal yang semestinya dapat kita biarkan saja terjadi. Dan, bila sebuah pertanyaan terjawab apakah bisa kita merasa puas? Apakah sebuah pertanyaan itu kita sadurkan untuk meyakinkan jawaban yang ada dalam diri kita ?
Manakah yang lebih dulu? Kita sudah memiliki jawab lalu bertanya atau kita bertanya untuk menjawab?
Aku sering bertanya bahkan penuh tanya.Bukan untuk mendapatkan jawaban, sekedar menjadi normal.
Namun untuk berdialog aku lebih antusias lagi. Mari bertukar pikiran! :D
Jumat, 30 Desember 2011
Resolusi
Yang tahun lalu aja belum kesampaian. hehe
tahun depan pengen lulus, terus punya blog kayak goenawanmohamad.com, bukan cuma blog nya, tapi pemikirannya juga. Dan kamu.
Tahun depan tinggal besok.
Dan gw mau ngutip puisinya Rendra
“Kemarin dan esok adalah hari ini"
Artinya? kalo gak tahu sms aja ya :p
Selamat tahun baru.
tahun depan pengen lulus, terus punya blog kayak goenawanmohamad.com, bukan cuma blog nya, tapi pemikirannya juga. Dan kamu.
Tahun depan tinggal besok.
Dan gw mau ngutip puisinya Rendra
“Kemarin dan esok adalah hari ini"
Artinya? kalo gak tahu sms aja ya :p
Selamat tahun baru.
Senin, 26 Desember 2011
menyenangkan
Hidup itu benar-benar menyenangkan. Terutama sekarang. Dan waktu kamu sadar seberapa menyenangkannya hidup ini, cerita dari buku yang begitu menghibur, dari film yang mengharu, dari lagu yang mengalun, itu semua gak ada apa-apanya :D
Kamis, 22 Desember 2011
kutipan kedua; ini baru terharu yang galau
Pada awalnya, ketika air matamu membasahi bajuku.
Kukira aku hanya akan menunggu dan membiarkannya kering.
Kukira aku hanya akan menunggu dan membiarkannya kering.
Tapi, air mata tersebut menjadi awan dan angin yang lebih besar,
dan jatuh sebagai hujan yang menahan langkah kakiku.
dan jatuh sebagai hujan yang menahan langkah kakiku.
Ketika hujan yang tidak dapat berhenti
tidak dapat dihindari, jatuh di atasku,
kemana aku harus pergi?
tidak dapat dihindari, jatuh di atasku,
kemana aku harus pergi?
Aku kehilangan jalanku
walaupun aku ingin lari
kau tinggal dipikiranku dan membuatku ingin terus kembali.
walaupun aku ingin lari
kau tinggal dipikiranku dan membuatku ingin terus kembali.
Aku.. ingin melindungimu,
dan aku ingin memperlakukanmu dengan baik.
dan aku ingin memperlakukanmu dengan baik.
Sementara aku kehujanan...
Senin, 10 Oktober 2011
kutipan
kemarin gw baca twit mbah sujiwotejo yang kurang lebih begini: "kalau aku tanya 'kenapa kamu cinta dia?' dan kamu bisa jawab, berarti itu bukan cinta itu kalkulasi.", di twit selanjutnya dia ngetwit "cinta tak perlu pengorbanan, cinta tak bisa dikalkulasi. cinta tak ada karena karena.". gw rasa itu bener....
Minggu, 02 Oktober 2011
dia hanya memintanya...
And when I ask you to be mine
You're gonna say you love me too
You're gonna say you love me too
Duduklah dian, perhatikan
Laku laki-laki yang lama dalam
dunianya
Sebagai karang
Yang menunggu seseorang datang
Untuk bersama mengenang gelombang
Untuk apa kita bertemu?
Lalu datang gelombang besar
menjawab
Menghantam hati dengan congkaknya
Dan hancurnya hatimenyadarkan
Bahwa dirinya jatuh untuk
membangun
Cinta
Untuk apa kita dibuat ragu?
lewat badai mendung
lewat badai mendung
Serbuan petir ketakutan
Akan kelanjutan benang
Yang sudah diikatnya?
Jika dirimu bersedia untuk tambat
Atau malah karam
Karang ini pasti tak akan pergi:
Tetap disitu
Dia telah berjanji
Sebelum ada baginya ikrar
Dia menunggu
Untuk ada tidaknya itu
Baginya yang ingin berbagi
Dirimu adalah lubang cerah
Dalam gumpalan badai kesepeian
Bukan sekedar hujan asam yang
mengikis dirinya
Baginya hanya ada senja
Dan pagi tak dimaknai nya sama
Jumat, 30 September 2011
Berakhir Dengan
"MATAMU!!!"
lagi, Aku di maki dengan sebutan itu.
Tak ada yang salah dengan mataku.
Kasar sekali, ketika pertengkaran argumentasi kami mulai ngawur
matalah yang jadi sasaran.
suatu pagi seperti biasa.
"Cepat bangun!"
"Matamu! Sebentar lagi ", lalu ocehan panjang.
lalu di sekolah.
"jadi satu di tambah satu sama dengan??"
"Matamu!!", Aku di usir dari kelas.
Mungkin aku lebih baik buta dan kalian juga.
lagi, Aku di maki dengan sebutan itu.
Tak ada yang salah dengan mataku.
Kasar sekali, ketika pertengkaran argumentasi kami mulai ngawur
matalah yang jadi sasaran.
suatu pagi seperti biasa.
"Cepat bangun!"
"Matamu! Sebentar lagi ", lalu ocehan panjang.
lalu di sekolah.
"jadi satu di tambah satu sama dengan??"
"Matamu!!", Aku di usir dari kelas.
Mungkin aku lebih baik buta dan kalian juga.
-imwn-
sebelum kau datang merebahkan
Sebelum kau datang merebahkan pundak harapan-harapanmu ingatlah:
untuk telanjang di depanku
dan pakailah permadani senja sore itu
Senja dimana kau lumat bibirnya
agar kau tahu bahwa
kita hanya manusia
Dan ketika kemarau datang ke kita
Ajaklah aku untuk kembali kesana
Tempat menetesnya mani kehidupan
Semula hingga tiada
Kitalah, berdua bersama senja.
Berarak-arak ke hulu klimaks
mencumbui sepertiga malam
dan kembali melihat pagi dengan bergandeng tangan
Hingga pagi yang tak kita nanti
untuk telanjang di depanku
dan pakailah permadani senja sore itu
Senja dimana kau lumat bibirnya
agar kau tahu bahwa
kita hanya manusia
Dan ketika kemarau datang ke kita
Ajaklah aku untuk kembali kesana
Tempat menetesnya mani kehidupan
Semula hingga tiada
Kitalah, berdua bersama senja.
Berarak-arak ke hulu klimaks
mencumbui sepertiga malam
dan kembali melihat pagi dengan bergandeng tangan
Hingga pagi yang tak kita nanti
Senin, 26 September 2011
di dalam film, setiap superhero pasti memiliki pasangan
kriingg.... kriingg...
sudah sekian kalinya telfon berdering pagi ini...
sial! aku kesiangan lagi..
seperti inilah pagiku setiap pagi.
lalu di ikuti dengan rutinitas lainnya.
hanya saja pagi ini sedikit berbeda. ya, dering yang beberapa kali bunyi itu adalah bedanya. sudah beberapa hari ini ada yang mengucapkan padaku "selamat pagi sayang" atau "buruan kamu mandi! ini sudah siang sayang".
tentu saja gadis ini berbeda.
hari demi hari lalu tahun demi tahun berganti...
aku selalu sibuk dengan monster-monster ganas yang terkadang harus kuhadapi berkali-kali.
kata "sayang" terdengar asing bagi seorang sepertiku.. hingga dering itu berbunyi pada suatu pagi ketika aku sedang tergeletak di sebuah lembah setelah mengalahkan musuhku.
kriingg... kriingg..
"halo sayang"
sudah sekian kalinya telfon berdering pagi ini...
sial! aku kesiangan lagi..
seperti inilah pagiku setiap pagi.
lalu di ikuti dengan rutinitas lainnya.
hanya saja pagi ini sedikit berbeda. ya, dering yang beberapa kali bunyi itu adalah bedanya. sudah beberapa hari ini ada yang mengucapkan padaku "selamat pagi sayang" atau "buruan kamu mandi! ini sudah siang sayang".
tentu saja gadis ini berbeda.
hari demi hari lalu tahun demi tahun berganti...
aku selalu sibuk dengan monster-monster ganas yang terkadang harus kuhadapi berkali-kali.
kata "sayang" terdengar asing bagi seorang sepertiku.. hingga dering itu berbunyi pada suatu pagi ketika aku sedang tergeletak di sebuah lembah setelah mengalahkan musuhku.
kriingg... kriingg..
"halo sayang"
-imwn-
stalin
Joseph Stalin, dilahirkan di Gori, Georgia pada Desember 21, 1879. Ia anak keempat ibunya untuk dilahirkan dalam waktu kurang dari empat tahun. Tiga pertama meninggal dan sebagai Yusuf rentan terhadap kesehatan yang buruk, ibunya ditakuti di beberapa kesempatan bahwa dia juga akan mati. Dimengerti, mengingat latar belakang ini, ibu Yusuf sangat protektif terhadap dia sebagai anak.
ayah Yusuf adalah seorang pembuat sepatu dan ibunya mengambil di cuci. Sebagai seorang anak, Yusuf mengalami kemiskinan yang sebagian besar petani harus bertahan di Rusia pada akhir abad ke-19. Pada usia tujuh ia dihubungi cacar. Dia selamat tapi wajahnya tetap terluka selama sisa hidupnya dan anak-anak lain dengan kejam menyebutnya "bopeng".
ibu Yusuf sangat religius dan pada 1888 ia berhasil memperoleh tempatnya di sekolah gereja lokal. Meskipun masalah kesehatan, ia membuat kemajuan yang baik di sekolah dan akhirnya mendapatkan beasiswa gratis ke Tiflis Theological Seminary. Sementara belajar di seminari ia bergabung dengan sebuah organisasi rahasia yang disebut Messame Dassy. Anggota adalah pendukung kemerdekaan Georgia dari Rusia. Beberapa juga revolusioner sosialis dan melalui orang-orang yang bertemu di organisasi ini bahwa Stalin pertama kali berhubungan dengan ide-ide Karl Marx.
Pada bulan Mei, 1899, Stalin diusir dari Tiflis Theological Seminary. Beberapa alasan diberikan untuk tindakan ini termasuk tidak menghormati mereka yang berkuasa dan membaca buku-buku terlarang. Stalin kemudian mengklaim bahwa alasan sebenarnya adalah bahwa ia telah mencoba untuk mengubah teman-temannya untuk Marxisme.
Untuk beberapa bulan setelah keluar dari seminari Stalin menganggur. Dia akhirnya menemukan pekerjaan dengan memberikan les privat kepada anak-anak kelas menengah. Kemudian, ia bekerja sebagai pegawai di Observatorium Tiflis. Dia juga mulai menulis artikel untuk koran Georgia sosialis, Brdzola Khma Vladimir.
Pada tahun 1901 Stalin bergabung dengan Partai Buruh Sosial Demokrat dan sedangkan sebagian besar pemimpin tinggal di pengasingan, ia tinggal di Rusia dimana ia membantu untuk mengorganisasi perlawanan industri untuk pemerintahan raja. Pada tanggal 18 April 1902, Stalin ditangkap setelah berkoordinasi pemogokan di pabrik besar di Batum Rothschild. Setelah menghabiskan 18 bulan di penjara Stalin dideportasi ke Siberia.
Pada Kongres Kedua Partai Buruh Sosial Demokrat di London pada tahun 1903, ada perselisihan antara Lenin dan Julius Martov, dua pemimpin partai. Lenin berpendapat untuk pesta kecil revolusioner profesional dengan pinggiran besar simpatisan non-partai dan pendukung. Martov tidak setuju percaya lebih baik untuk memiliki sebuah partai besar aktivis.
Julius Martov berdasarkan ide-idenya pada partai-partai sosialis yang ada di negara-negara Eropa lainnya seperti Partai Buruh Inggris. Lenin berpendapat bahwa situasi berbeda di Rusia seperti yang ilegal untuk membentuk partai politik sosialis di bawah pemerintahan otokratik Tsar. Pada akhir perdebatan Martov memenangkan suara 28-23. Lenin tidak mau menerima hasil dan membentuk faksi yang dikenal sebagai kaum Bolshevik. Mereka yang tetap setia kepada Martov dikenal sebagai Menshevik.
Stalin, seperti Gregory Zinoviev, Anatoli Lunacharsky, Mikhail Lashevich, Nadezhda Krupskaya, Mikhail Frunze, Alexei Rykov, Yakov Sverdlov, Lev Kamenev, Maxim Litvinov, Vladimir Antonov, Felix Dzerzhinsky, Gregory Ordzhonikidze dan Alexander Bogdanov bergabung dengan Bolshevik. Sedangkan George Plekhanov, Pavel Axelrod, Lev Deich, Vladimir Antonov-Ovseenko, Leon Trotsky, Vera Zasulich, Irakli Tsereteli, Moisei Uritsky, Noi Zhordania, Andrei Vyshinsky dan Fedor Dan didukung Julius Martov.
Pada 1904 Stalin melarikan diri dari Siberia dan dalam beberapa bulan ia kembali mengorganisir demonstrasi dan pemogokan di Tiflis. Vladimir Lenin Stalin terkesan dengan prestasi dan pada tahun 1905 dia diundang untuk menemuinya di Finlandia.
Stalin kembali ke Rusia dan selama delapan tahun berikutnya ia ditangkap empat kali, namun setiap kali berhasil melarikan diri. Pada tahun 1911 ia pindah ke St, Petersburg dan tahun berikutnya menjadi editor Pravda. Ditangkap lagi pada tahun 1913, Stalin diasingkan seumur hidup ke North Siberia.
Setelah penggulingan Nicholas II, perdana menteri baru, Alexander Kerensky, membiarkan semua tahanan politik untuk kembali ke rumah mereka. Stalin kembali ke St Petersburg dan sekali lagi menjadi salah satu editor Pravda. Pada saat ini, Stalin, seperti kebanyakan Bolshevik, mengambil pandangan bahwa orang-orang Rusia tidak siap untuk revolusi sosialis.
Ketika Lenin kembali ke Rusia pada 3 April 1917, ia mengumumkan apa yang dikenal sebagai Tesis April. Lenin menyerang Bolshevik untuk mendukung Pemerintahan Sementara. Sebaliknya, ia berpendapat, revolusioner harus mengatakan rakyat Rusia bahwa mereka harus mengambil alih kontrol negara. Dalam sambutannya, Lenin mendesak para petani untuk mengambil tanah dari tuan tanah yang kaya dan para pekerja industri untuk merebut pabrik-pabrik.
Lenin Bolshevik menuduh orang-orang yang masih mendukung Pemerintahan Sementara telah mengkhianati sosialisme dan menyarankan bahwa mereka harus meninggalkan partai. Beberapa mengambil nasihat Lenin, dengan alasan bahwa setiap upaya revolusi pada tahap ini pasti akan gagal dan akan mengakibatkan represif lain, pemerintah Rusia otoriter.
Stalin pada posisi yang sulit. Sebagai salah satu editor Pravda, dia sadar bahwa dia ditahan sebagian bertanggung jawab atas apa Lenin telah digambarkan sebagai "mengkhianati sosialisme". Stalin punya dua pilihan utama terbuka baginya: ia bisa melawan Lenin dan tantang dia untuk pimpinan partai, atau dia bisa berubah pikiran tentang mendukung Pemerintahan Sementara dan tetap setia kepada Lenin.
Setelah sepuluh hari diam, Stalin bergerak. Dalam Pravda dia menulis sebuah artikel yang menolak gagasan bekerja sama dengan Pemerintahan Sementara. Dia mengutuk dan Victor Alexander Kerensky Chernov sebagai kontra-revolusioner, dan mendesak para petani untuk pengambilalihan tanah untuk diri mereka sendiri.
Pada bulan November, 1917, Lenin Stalin dihargai atas dukungan dari Revolusi Oktober dengan menunjuk dia Komisar Nasionalitas. Lenin bergurau kepada Stalin bahwa: "Kau tahu, untuk lulus begitu cepat dari bawah tanah untuk eksistensi kekuasaan membuat orang pusing."
Lenin, Stalin dan Hitler
Young Stalin
Sebagai Georgia dan anggota kelompok minoritas yang menulis tentang masalah orang-orang non-Rusia yang hidup di bawah Tsar, Stalin dianggap sebagai pilihan yang jelas sebagai Komisar Nasionalitas. Ini adalah pekerjaan yang memberi kekuatan luar biasa Stalin hampir separuh penduduk negara itu jatuh ke dalam kategori non-Rusia. Stalin sekarang memiliki tanggung jawab menangani 65.000.000 Ukraina, Georgia, Byelorussians, Tadzhiks, Buriats dan Yakuts.
Kebijakan Bolshevik adalah untuk memberikan hak penentuan nasib sendiri untuk semua berbagai negara di Rusia. Hal ini diperkuat dengan pidato Stalin yang dibuat di Helsinki pada November 16, 1917. Stalin berjanji kerumunan bahwa pemerintah Soviet akan memberikan: "kebebasan penuh bagi rakyat Finlandia, dan untuk orang lain dari Rusia, untuk mengatur kehidupan mereka sendiri!" rencana Stalin adalah untuk mengembangkan apa yang ia sebut "aliansi sukarela dan jujur" antara Rusia dan kelompok-kelompok nasional yang berbeda yang hidup dalam perbatasannya.
Selama beberapa tahun berikutnya Stalin mengalami kesulitan mengendalikan orang-orang non-Rusia di bawah kekuasaannya. negara Independen dibentuk tanpa persetujuannya. Pemerintahan baru ini sering bermusuhan dengan kaum Bolshevik. Stalin berharap bahwa negara merdeka secara sukarela akan setuju untuk bergabung dengan Rusia untuk membentuk sebuah serikat Sosialis Amerika. Bila hal ini tidak terjadi Stalin dipaksa untuk merevisi kebijakan dan menyatakan bahwa penentuan nasib sendiri: "harus dipahami sebagai hak penentuan nasib sendiri bukan kelas borjuasi tapi massa bekerja keras sebuah bangsa yang diberikan." Dengan kata lain, kecuali ini negara merdeka memiliki pemerintahan sosialis bersedia untuk mengembangkan sebuah persatuan dengan Rusia, kaum Bolshevik tidak akan memungkinkan penentuan nasib sendiri.
Lenin juga mengubah pandangannya tentang kemerdekaan. Dia sekarang sampai pada kesimpulan bahwa ekonomi "modern diperlukan tingkat tinggi kekuasaan di tengah." Meskipun Bolshevik telah berjanji hampir separuh penduduk Rusia bahwa mereka akan menentukan nasib sendiri, Lenin sekarang berpendapat bahwa kebijakan seperti itu bisa menimbulkan ancaman serius bagi kelangsungan hidup pemerintah Soviet. Itu adalah janji atas penentuan nasib sendiri yang hanya satu dari sekian banyak alasan mengapa pemerintah Lenin menjadi tidak populer di Rusia.
Selama Perang Saudara Stalin memainkan peran penting dalam hal administrasi militer dan mengambil kredit untuk berhasil mengalahkan Tentara Putih di Tsaritsyn. Salah satu strategi yang dikembangkan oleh Stalin untuk melakukan wawancara dengan administrator lokal pada sebuah tongkang besar tertambat di Volga. Ia kemudian menyatakan bahwa jika Stalin tidak yakin kesetiaan mereka ditembak dan dibuang ke dalam sungai.
Pada bulan Agustus, 1918, Moisei Uritsky, kepala Polisi Rahasia Petrograd dibunuh. Dua dua minggu kemudian Dora Kaplan menembak dan terluka parah Lenin. Stalin, yang berada di Tsaritsyn pada waktu itu, mengirim telegram menganjurkan teror "massa terbuka dan sistematis" terhadap mereka yang bertanggung jawab. Saran dari Stalin telah diterima dan pada bulan September, 1918, Felix Dzerzhinsky, kepala Cheka, menghasut sebagai Teror Merah. Diperkirakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan 800 sosialis ditangkap dan ditembak tanpa pengadilan.
Kebijakan pemerintah Soviet Perang Komunisme selama Perang Saudara menciptakan tekanan sosial dan menimbulkan kerusuhan, pemogokan dan demonstrasi. Pemberontakan Kronstadt memperkuat gagasan bahwa pemerintah tidak populer dan pada bulan Maret 1921, Vladimir Lenin mengumumkan rincian nya Kebijakan Ekonomi Baru (NEP). Petani kini diperbolehkan untuk menjual makanan di pasar terbuka dan sekarang bisa mempekerjakan orang bekerja untuk mereka.
Kebijakan Ekonomi Baru juga memungkinkan beberapa kebebasan perdagangan internal, diijinkan beberapa commerce swasta dan bank negara didirikan kembali. Pabrik yang mempekerjakan kurang dari dua puluh orang denationalized dan bisa diklaim kembali oleh pemilik terdahulu.
Mendukung kebijakan Stalin Lenin. Pandangannya adalah bahwa selama hanya ada sebuah negara satu partai, pemerintah dapat memungkinkan pengenalan perusahaan swasta kecil. Ketika ia menunjukkan: "Kebijakan Ekonomi Baru adalah kebijakan khusus dari negara proletar dirancang untuk mentolerir kapitalisme tapi mempertahankan posisi kunci di tangan negara proletar."
Lenin menemukan perselisihan Kebijakan Ekonomi Baru melelahkan. Kesehatannya sudah miskin sejak Dora Kaplan telah menembaknya pada 1918. sakit kepala berat tidur terbatas dan dimengerti ia mulai menderita kelelahan. Lenin memutuskan ia membutuhkan seseorang untuk membantunya mengontrol Partai Komunis.
Pada Konferensi Partai pada bulan April 1922, Lenin mengusulkan bahwa posting baru Sekretaris Jenderal harus diciptakan. Lenin pilihan untuk posting itu Stalin, yang di masa lalu selalu setia mendukung kebijakan-kebijakannya. lawan utama Stalin untuk kepemimpinan masa depan partai gagal melihat pentingnya posisi ini dan benar-benar mendukung pencalonannya. Mereka awalnya melihat jabatan Sekretaris Jenderal sebagai tidak lebih dari "juru bicara Lenin".
Segera setelah pengangkatan Stalin sebagai Sekretaris Jenderal, Lenin pergi ke rumah sakit untuk peluru dihapus dari tubuhnya yang telah ada sejak percobaan pembunuhan Kaplan's. Diharapkan bahwa operasi ini akan memulihkan kesehatannya. Ini tidak menjadi; segera setelah itu, pembuluh darah pecah di otak Lenin. Hal ini membuat dia lumpuh semua ke sisi kanan dan untuk sementara waktu ia tidak dapat berbicara. Sebagai "juru bicara Lenin", Stalin tiba-tiba menjadi sangat penting.
Sementara Lenin diamobilkan, Stalin memanfaatkan kekuatan penuh sebagai Sekretaris Jenderal. Pada Kongres Partai ia telah diberikan izin untuk mengusir "tidak memuaskan" anggota partai. Hal ini memungkinkan Stalin untuk menghapus ribuan pendukung Leon Trotsky, saingan utamanya untuk pimpinan partai. Sebagai Sekretaris Jenderal, Stalin juga memiliki kekuatan untuk mengangkat dan memecat orang dari posisi penting di pemerintahan. Pemegang baru posting ini sepenuhnya menyadari bahwa mereka berutang kepada Stalin promosi mereka. Mereka juga tahu bahwa jika perilaku mereka tidak menyenangkan Stalin mereka akan diganti.
Dikelilingi oleh para pendukungnya, kepercayaan Stalin mulai tumbuh. Pada bulan Oktober, 1922, ia tidak setuju dengan Lenin atas masalah perdagangan luar negeri. Bila bahan itu dibahas di Komite Sentral, bukan kebijakan Stalin Lenin diterima. Lenin mulai takut bahwa Stalin mengambil alih kepemimpinan partai. Lenin menulis surat kepada Leon Trotsky meminta dukungannya. Trotsky setuju dan pada pertemuan berikutnya Komite Pusat keputusan pada perdagangan luar negeri terbalik. Lenin, yang terlalu sakit untuk menghadiri, menulis untuk mengucapkan selamat Trotsky dia pada kesuksesan dan menunjukkan bahwa di masa depan mereka harus bekerja sama melawan Stalin.
Stalin, yang istrinya Alliluyeva Nadya bekerja di kantor pribadi Lenin, segera menemukan isi surat yang dikirim ke Leon Trotsky. Stalin sangat marah ketika ia menyadari bahwa jika Lenin dan Trotsky bekerja bersama-sama melawan dia, karir politiknya akan berakhir. Dalam fit dari marah Stalin membuat panggilan telepon-kasar kepada istri Lenin, Nadezhda Krupskaya, menuduhnya membahayakan kehidupan Lenin dengan membiarkan dia untuk menulis surat ketika dia begitu sakit.
Setelah Krupskaya memberi tahu suaminya dari panggilan telepon, Lenin membuat keputusan bahwa Stalin bukan orang untuk menggantikan dia sebagai pemimpin partai. Lenin tahu ia hampir mati jadi dia didikte surat sekretarisnya bahwa ia ingin menjadi yang terakhir "akan dan wasiat". Dokumen ini terdiri dari pemikirannya tentang anggota-anggota senior pimpinan partai.
Lenin menjadi semakin prihatin tentang karakter Stalin dan menulis sebuah surat wasiat di mana ia menyatakan bahwa ia diturunkan. "Kamerad Stalin, telah menjadi Sekretaris Jenderal, memiliki kekuatan yang besar terkonsentrasi di tangannya: dan saya tidak yakin bahwa dia selalu tahu bagaimana menggunakan kekuasaan itu dengan hati-hati karena itu saya cukup. Mengusulkan kepada kawan-kawan kita untuk mempertimbangkan cara untuk menghapus Stalin dari ini pos dan menunjuk orang lain yang berbeda dari Stalin dalam satu hal penting: menjadi lebih toleran, lebih setia, lebih sopan, lebih perhatian dari rekan-rekannya. "
Namun, Lenin meninggal sebelum tindakan diambil. Stalin kini muncul sebagai pemimpin Uni Soviet. Ketika pertama kali mendapatkan kekuasaan Lenin Stalin lanjutan Kebijakan Ekonomi Baru. Petani diizinkan untuk menjual makanan di pasar terbuka dan diizinkan mempekerjakan orang bekerja untuk mereka. Para petani yang memperluas ukuran peternakan mereka menjadi dikenal sebagai kulak.
Pada tahun 1928 Stalin mulai menyerang kulak karena tidak menyediakan makanan yang cukup untuk pekerja industri. Dia juga menganjurkan mendirikan pertanian kolektif. Proposal ini melibatkan petani kecil menggabungkan kekuatan untuk membentuk unit skala besar. Dengan cara ini, ia berpendapat, mereka akan berada dalam posisi untuk membayar mesin terbaru. Stalin percaya kebijakan ini akan menyebabkan produksi meningkat. Namun, para petani menyukai pertanian lahan mereka sendiri dan enggan untuk membentuk diri menjadi negara kolektif.
Stalin marah bahwa petani menempatkan kesejahteraan mereka sendiri sebelum Uni Soviet. Pejabat komunis lokal diberi instruksi untuk menyita properti kulak. Tanah ini kemudian digunakan untuk membentuk pertanian kolektif baru. Ribuan kulak dieksekusi dan diperkirakan lima juta dideportasi ke Siberia atau Asia Tengah. Dari jumlah tersebut, sekitar dua puluh lima persen tewas pada saat mereka mencapai tujuan mereka.
Setelah kematian Lenin, Stalin bergabung dengan dua anggota sayap kiri dari Politbiro, Gregory Zinoviev dan Lev Kamenev, untuk menjaga Leon Trotsky dari kekuasaan. Kedua orang punya alasan untuk percaya bahwa Trotsky akan memberhentikan mereka dari pemerintah setelah ia menjadi pemimpin. Stalin mendorong rasa takut ini. Dia juga menyarankan agar pihak aktivis tua seperti mereka memiliki lebih banyak hak untuk memimpin Bolshevik dari Trotsky, yang hanya bergabung dengan partai pada 1917.
Leon Trotsky menuduh Stalin menjadi diktator dan menyerukan pengenalan demokrasi lebih ke dalam partai. Gregory Zinoviev dan Lev Kamenev bersatu di belakang Stalin dan Trotsky dituduh menciptakan divisi dalam partai.
harapan utama Trotsky kekuasaan adalah untuk memperoleh bukti terakhir Lenin akan diterbitkan. Pada bulan Mei, 1924, janda Lenin, Nadezhda Krupskaya, menuntut bahwa Komite Sentral mengumumkan isinya ke seluruh partai. Gregory Zinoviev berpendapat keras terhadap publikasi. Dia menyelesaikan pidatonya dengan kata-kata: "Anda memiliki semua menyaksikan kerjasama yang harmonis kami dalam beberapa bulan terakhir, dan, seperti saya sendiri, Anda akan senang untuk mengatakan bahwa ketakutan Lenin telah membuktikan tak berdasar." Para anggota baru Komite Sentral, yang telah disponsori oleh Stalin, menjamin bahwa suara melanggar wasiat Lenin yang dibuat publik.
Pada tahun 1925 Stalin mampu mengatur Leon Trotsky harus dikeluarkan dari pemerintah. Beberapa pendukung Trotsky meminta dia untuk mengorganisir sebuah kudeta militer. Sebagai komisaris perang Trotsky berada di posisi yang baik untuk mengatur ini. Namun, Trotsky menolak ide itu dan bukan mengundurkan diri jabatannya.
Dengan penurunan Trotsky, Joseph Stalin merasa cukup kuat untuk menghentikan berbagi kekuasaan dengan Lev Kamenev dan Gregory Zinoviev. Stalin kini mulai menyerang keyakinan Trotsky dalam kebutuhan untuk revolusi dunia. Dia berargumen bahwa prioritas utama partai harus mempertahankan sistem komunis yang telah dikembangkan di Uni Soviet. Hal ini menempatkan Zinoviev dan Kamenev dalam posisi canggung. Mereka telah sejak lama menjadi pendukung kuat teori Trotsky bahwa jika revolusi tidak menyebar ke negara-negara lain, sistem komunis di Uni Soviet mungkin digulingkan oleh bermusuhan, negara-negara kapitalis. Namun, mereka enggan untuk berbicara mendukung orang yang mereka telah bertentangan dengan begitu lama.
Ketika Stalin akhirnya yakin bahwa Lev Kamenev dan Gregory Zinoviev tidak bersedia bergabung dengan Leon Trotsky melawan dia, ia mulai untuk mendukung kebijakan ekonomi secara terbuka anggota sayap kanan dari Politbiro seperti Nikolay Bukharin, Mikhail Tomsky dan Alexei Rykov. Mereka sekarang menyadari apa Stalin sampai tapi butuh mereka untuk musim panas tahun 1926 sebelum mereka bisa menelan kebanggaan mereka dan bergabung dengan Trotsky melawan Stalin.
Ketika Lev Kamenev dan Gregory Zinoviev akhirnya mulai menyerang kebijakannya, Joseph Stalin berpendapat mereka menciptakan perpecahan dalam partai dan berhasil telah mereka diusir dari Komite Pusat. Keyakinan bahwa partai itu akan terpecah menjadi dua faksi yang bertentangan adalah ketakutan yang kuat antara komunis di negara ini. Mereka yakin bahwa jika ini terjadi, negara-negara Barat akan mengambil keuntungan dari situasi dan menginvasi Uni Soviet.
Di bawah tekanan dari Komite Sentral, Lev Kamenev dan Gregory Zinoviev setuju untuk menandatangani pernyataan tidak menjanjikan untuk menciptakan konflik dalam gerakan ini dengan membuat pidato menyerang kebijakan resmi. Leon Trotsky menolak untuk menandatangani dan dibuang ke daerah terpencil Kazhakstan.
Dalam penasihat 1927 Stalin mengatakan bahwa dengan modernisasi pertanian Uni Soviet akan membutuhkan tambahan 250.000 traktor. Serta traktor juga ada kebutuhan untuk mengembangkan ladang minyak untuk menyediakan bensin yang diperlukan untuk mendorong mesin. Power stasiun juga harus dibangun untuk memasok peternakan dengan listrik.
Karena kemajuan industri Revolusi Oktober telah lambat. Bukan sampai tahun 1927 bahwa produksi telah mencapai tingkat yang dicapai sebelum memulai Perang Dunia Pertama. Stalin memutuskan bahwa ia akan menggunakan kekuasaannya atas negeri untuk memodernisasi ekonomi.
Lima Tahun Rencana pertama yang diperkenalkan pada tahun 1928, berkonsentrasi pada pengembangan besi dan baja, mesin-alat, tenaga listrik dan transportasi. Stalin mengatur pekerja target tinggi. Dia menuntut kenaikan 111% dalam produksi batubara, peningkatan 200% dalam produksi besi dan meningkatkan 335% daya listrik. Dia dibenarkan tuntutan ini dengan menyatakan bahwa jika industrialisasi yang pesat tidak terjadi, Uni Soviet tidak akan mampu mempertahankan diri melawan invasi dari negara-negara kapitalis di barat.
Setiap pabrik telah didirikan papan layar besar yang menunjukkan output pekerja. Mereka yang gagal mencapai target diperlukan publisitas dikritik dan dihina. Beberapa pekerja tidak bisa mengatasi tekanan ini dan ketidakhadiran meningkat. Hal ini menyebabkan bahkan tindakan represif lebih diperkenalkan. Catatan yang disimpan keterlambatan pekerja, absensi dan pengerjaan yang buruk. Jika catatan pekerja miskin, ia dituduh mencoba menyabot Rencana Lima Tahun dan jika terbukti bersalah bisa ditembak atau dikirim untuk bekerja sebagai tenaga kerja paksa di Laut Baltik Canal atau Siberia Railway.
Dengan modernisasi industri, Stalin berpendapat bahwa perlu untuk membayar upah lebih tinggi untuk pekerja tertentu dalam rangka mendorong peningkatan output. lawan-Nya sayap kiri menyatakan bahwa ketidaksetaraan ini adalah pengkhianatan sosialisme dan akan menciptakan sebuah sistem kelas baru di Uni Soviet. Stalin jalan dan selama tahun 1930-an, kesenjangan antara upah buruh dan pekerja terampil meningkat.
Pada musim panas tahun 1932 Stalin menjadi sadar bahwa oposisi terhadap kebijakan-nya tumbuh. Beberapa anggota partai yang terbuka mengkritik Stalin dan menyerukan agar penerimaan kembali dari Leon Trotsky ke pesta. Ketika masalah ini dibahas di Politbiro, Stalin menuntut bahwa para kritikus harus ditangkap dan dieksekusi. Sergei Kirov, yang sampai saat ini telah menjadi setia Stalinis, menentang kebijakan ini. Ketika suara itu diambil, mayoritas Politbiro didukung Kirov terhadap Stalin.
Pada musim semi tahun 1934 Sergei Kirov mengajukan kebijakan rekonsiliasi. Dia berargumen bahwa orang harus dilepaskan dari penjara yang telah menentang kebijakan pemerintah tentang pertanian kolektif dan industrialisasi. Sekali lagi, Stalin mendapati dirinya di sebuah minoritas di Politbiro.
Setelah bertahun-tahun mengatur untuk menghilangkan lawan-lawannya dari partai, Stalin menyadari bahwa ia masih tidak bisa mengandalkan dukungan total orang-orang yang ia menggantinya dengan. Stalin tidak diragukan lagi mulai bertanya-tanya apakah Sergei Kirov bersedia untuk menunggu mentornya mati sebelum menjadi pemimpin partai itu. Stalin sangat prihatin dengan keinginan Kirov untuk berdebat dengan dia di depan umum, takut bahwa hal ini akan meruntuhkan kekuasaannya di partai.
Seperti biasa, bahwa musim panas Kirov dan Stalin pergi berlibur bersama-sama. Stalin, yang diperlakukan Kirov seperti anak, menggunakan kesempatan ini untuk mencoba membujuk dia untuk tetap setia pada kepemimpinannya. Stalin memintanya pergi Leningrad untuk bergabung dengannya di Moskow. Stalin ingin Kirov di tempat di mana dia bisa mengawasi kepadanya. Ketika Kirov menolak, Stalin tahu bahwa ia telah kehilangan kontrol atas anak didik-nya.
Stalin dan Ilmu Perang Soviet
Moment Rusia di Sejarah Dunia
Pada 1 Desember 1934. Sergei Kirov dibunuh oleh seorang anggota partai muda, Leonid Nikolayev. Stalin menyatakan bahwa Nikolayev adalah bagian dari konspirasi lebih besar yang dipimpin oleh Leon Trotsky terhadap pemerintah Soviet. Hal ini mengakibatkan penangkapan dan eksekusi Lev Kamenev, Gregory Zinoviev, dan lima belas anggota partai lain.
Pada bulan September, 1936, Stalin Yezhov Nikolai ditunjuk sebagai kepala NKVD, Polisi Rahasia Komunis. Yezhov cepat mengatur penangkapan semua tokoh politik terkemuka di Uni Soviet yang kritis terhadap Stalin. Polisi Rahasia pecah tahanan bawah oleh interogasi yang intens. Ini termasuk ancaman untuk menangkap dan mengeksekusi anggota keluarga tawanan jika mereka tidak mengaku. interogasi yang berlangsung selama beberapa hari dan malam dan akhirnya mereka menjadi begitu kelelahan dan bingung bahwa mereka menandatangani pengakuan setuju bahwa mereka telah berusaha untuk menggulingkan pemerintah.
Pada tahun 1936 Nickolai Bukharin, Alexei Rykov, Genrikh Yagoda, Nikolai Krestinsky dan Kristen Rakovsky ditangkap dan dituduh terlibat dengan Leon Trotsky di sebuah plot terhadap Stalin. Mereka semua ditemukan bersalah dan akhirnya dieksekusi.
Stalin sekarang memutuskan untuk membersihkan Tentara Merah. Beberapa sejarawan percaya bahwa Stalin mengatakan yang sebenarnya ketika ia mengklaim bahwa ia memiliki bukti bahwa tentara merencanakan sebuah kudeta militer saat ini. Leopold Trepper, kepala jaringan mata-mata Soviet di Jerman, percaya bahwa bukti itu ditanam oleh seorang agen ganda yang bekerja untuk kedua Stalin dan Adolf Hitler. Trepper teori adalah bahwa "pemimpin-kontra spionase Nazi" mengambil "keuntungan dari paranoia mengamuk di Uni Soviet," dengan memberikan informasi yang mengarah kepada Stalin melaksanakan pemimpin puncaknya militer.
Pada bulan Juni, 1937, Mikhail Tukhachevsky dan tujuh lainnya atas komandan Tentara Merah didakwa dengan konspirasi dengan Jerman. Semua delapan dihukum dan dieksekusi. Semua mengatakan, 30.000 anggota angkatan bersenjata dieksekusi. Ini termasuk lima puluh persen dari semua perwira tentara.
Tahap terakhir dari teror itu adalah membersihkan dari NKVD. Stalin ingin memastikan bahwa mereka yang tahu terlalu banyak tentang pembersihan juga akan dibunuh. Stalin mengumumkan ke negara bahwa "elemen fasis" telah mengambil alih pasukan keamanan yang mengakibatkan orang yang tidak bersalah dieksekusi. Dia menunjuk Lavrenti Beria sebagai kepala baru Polisi Rahasia dan dia diperintahkan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab. Setelah penyelidikannya, Beria mengatur eksekusi dari semua tokoh senior dalam organisasi.
Stalin didukung pemerintah Front Populer di Spanyol. Setelah pecahnya Perang Saudara Spanyol ia mengirim sejumlah besar tank Soviet dan pesawat untuk Partai Republik. Mereka didampingi oleh sejumlah besar tank-driver dan pilot dari Uni Soviet. Semua mengatakan, sekitar 850 penasehat Soviet, pilot, tenaga teknis dan interpreter ambil bagian dalam perang.
Stalin menjadi semakin khawatir bahwa Uni Soviet akan diserang oleh Jerman. Stalin percaya bahwa cara terbaik untuk menghadapi Adolf Hitler untuk membentuk aliansi anti-fasis dengan negara-negara di barat. Stalin berpendapat bahwa Hitler tidak akan memulai perang melawan Eropa bersatu.
Neville Chamberlain, Perdana Menteri Inggris, tidak antusias membentuk aliansi dengan Uni Soviet. Dia menulis ke teman: "Saya harus mengakui ketidakpercayaan yang paling mendalam dari Rusia saya punya keyakinan apapun dalam kemampuannya untuk mempertahankan serangan yang efektif, bahkan jika ia ingin.. Dan aku curiga motifnya, yang tampaknya saya agar sedikit hubungan dengan ide-ide kami kebebasan, dan hanya khawatir dengan mendapatkan orang lain oleh telinga. "
Winston Churchill, seorang kritikus vokal dari kebijakan luar negeri Inggris, setuju dengan Stalin: "Tidak ada cara untuk menjaga front timur melawan agresi Nazi tanpa bantuan aktif dari Rusia Rusia kepentingan. Yang sangat prihatin dalam mencegah desain Herr Hitler di Eropa timur. Itu seharusnya masih mungkin untuk rentang semua Amerika dan masyarakat dari Baltik ke laut Hitam solid dalam satu front melawan kemarahan baru dari invasi semacam front,. jika didirikan di dalam hati yang baik, dan dengan pengaturan militer tegas dan efisien, digabungkan dengan kekuatan Powers Barat, namun mungkin menghadapi Hitler, Goering, Himmler, Ribbentrop, Goebbels dan bersama dengan pasukan orang-orang Jerman akan enggan untuk menantang.. "
interpretasi Stalin sendiri penolakan Britania rencananya untuk aliansi antifasis, adalah bahwa mereka terlibat dalam sebuah plot dengan Jerman melawan Uni Soviet. Keyakinan ini diperkuat ketika Neville Chamberlain bertemu dengan Adolf Hitler di Munich pada bulan September, 1938, dan memberikan ke tuntutannya untuk Sudetenland di Cekoslovakia. Stalin sekarang percaya bahwa tujuan utama dari kebijakan luar negeri Inggris adalah untuk mendorong Jerman untuk kepala timur bukan barat.
Stalin menyadari bahwa perang dengan Jerman tak terelakkan. Namun, untuk memiliki kesempatan untuk kemenangan dia perlu waktu untuk membangun angkatan bersenjata-nya. Satu-satunya cara ia bisa mendapatkan waktu untuk melakukan kesepakatan dengan Hitler. Stalin yakin bahwa Hitler tidak akan cukup bodoh untuk melawan perang di dua front. Jika dia bisa membujuk Hitler menandatangani perjanjian damai dengan Uni Soviet, Jerman akan menyerang Eropa Barat sebagai gantinya.
Pada tanggal 3 Mei 1939, Stalin menolak Maxim Litvinov, nya Commissar Yahudi Luar Negeri. Litvinov telah erat berkaitan dengan kebijakan Uni Soviet dari sebuah aliansi antifasis. Pertemuan segera terjadi antara Vyacheslav Molotov, penggantian Litvinov dan Joachim von Ribbentrop, menteri luar negeri Jerman. Pada tanggal 28 Agustus 1939, Pakta Nazi-Soviet ditandatangani di Moskow. Menurut ketentuan perjanjian, kedua negara berjanji untuk tetap netral jika salah satu negara terlibat dalam perang.
Sekarang Stalin memerintahkan Tentara Merah ke Polandia dan reklamasi tanah hilang ketika Perjanjian Brest-Litovsk ditandatangani pada 1918.
Aspek lain dari Perjanjian Brest-Litovsk yang membuat Uni Soviet rentan terhadap serangan adalah hilangnya Finlandia. Leningrad hanya tiga puluh dua kilometer dari perbatasan Finlandia. Hal ini membuat Leningrad dan 3,5 juta penduduknya, potensi target tembakan artileri. Oleh karena itu Stalin mulai mempertimbangkan Invasi Finlandia.
Setelah mencoba untuk menegosiasikan penempatan pasukan Soviet di Finlandia gagal, Stalin memerintahkan untuk menyerang Tentara Merah. Adolf Hitler, yang juga memiliki desain di Finlandia, terpaksa siaga dan menonton Uni Soviet membangun pertahanan Baltik tersebut. Butuh pasukan Soviet tiga bulan untuk memaksa pemerintah Finlandia untuk menyetujui tuntutan asli Stalin. Meskipun dunia sekarang menyadari kelihaian Stalin dalam urusan luar negeri, tentara Finlandia kecil sebanyak 200.000 orang telah terkena Uni Soviet kurang terlatih dan dilengkapi tentara.
Stalin percaya bahwa Jerman tidak akan menyerang Uni Soviet sampai Britania dan Perancis telah ditaklukkan. Dari perhitungan Stalin sendiri, ini tidak akan sampai musim panas 1942. Beberapa penasihat terdekatnya mulai menyatakan bahwa 1941 akan menjadi tanggal yang lebih mungkin. Penyerahan Perancis pada bulan Juni 1940, juga meragukan perhitungan Stalin.
respon Stalin untuk mengalahkan Perancis adalah mengirim Vyacheslav Molotov ke Berlin untuk diskusi lebih lanjut. Molotov diperintahkan untuk menarik dari pembicaraan ini selama mungkin. Stalin tahu bahwa jika Adolf Hitler tidak menyerang Uni Soviet pada musim panas 1941, ia harus menunggu sampai 1942. Tidak seorang pun, bahkan seseorang yang ruam seperti Hitler, akan menyerbu Uni Soviet di musim dingin, ia berpendapat.
Jerman sekarang dalam posisi negosiasi yang kuat dan Molotov yang ditemukan tidak mungkin untuk menyetujui tuntutan Hitler. Begitu pembicaraan pecah-up, Hitler memerintahkan para pemimpin militer untuk mempersiapkan untuk Operasi Barbarossa. Rencananya adalah untuk invasi Uni Soviet untuk mulai pada tanggal 15 Mei 1941. Hitler percaya bahwa ini akan memberikan waktu yang cukup untuk Angkatan Darat Jerman menguasai negara ini sebelum musim dingin Soviet keras mengatur masuk
Informasi tentang invasi diusulkan datang kepada Stalin dari berbagai sumber. Richard Sorge, agen yang bekerja untuk Orchestra Merah di Jepang, memperoleh informasi mengenai invasi yang diusulkan pada awal Desember 1940. Read more...
ayah Yusuf adalah seorang pembuat sepatu dan ibunya mengambil di cuci. Sebagai seorang anak, Yusuf mengalami kemiskinan yang sebagian besar petani harus bertahan di Rusia pada akhir abad ke-19. Pada usia tujuh ia dihubungi cacar. Dia selamat tapi wajahnya tetap terluka selama sisa hidupnya dan anak-anak lain dengan kejam menyebutnya "bopeng".
ibu Yusuf sangat religius dan pada 1888 ia berhasil memperoleh tempatnya di sekolah gereja lokal. Meskipun masalah kesehatan, ia membuat kemajuan yang baik di sekolah dan akhirnya mendapatkan beasiswa gratis ke Tiflis Theological Seminary. Sementara belajar di seminari ia bergabung dengan sebuah organisasi rahasia yang disebut Messame Dassy. Anggota adalah pendukung kemerdekaan Georgia dari Rusia. Beberapa juga revolusioner sosialis dan melalui orang-orang yang bertemu di organisasi ini bahwa Stalin pertama kali berhubungan dengan ide-ide Karl Marx.
Pada bulan Mei, 1899, Stalin diusir dari Tiflis Theological Seminary. Beberapa alasan diberikan untuk tindakan ini termasuk tidak menghormati mereka yang berkuasa dan membaca buku-buku terlarang. Stalin kemudian mengklaim bahwa alasan sebenarnya adalah bahwa ia telah mencoba untuk mengubah teman-temannya untuk Marxisme.
Untuk beberapa bulan setelah keluar dari seminari Stalin menganggur. Dia akhirnya menemukan pekerjaan dengan memberikan les privat kepada anak-anak kelas menengah. Kemudian, ia bekerja sebagai pegawai di Observatorium Tiflis. Dia juga mulai menulis artikel untuk koran Georgia sosialis, Brdzola Khma Vladimir.
Pada tahun 1901 Stalin bergabung dengan Partai Buruh Sosial Demokrat dan sedangkan sebagian besar pemimpin tinggal di pengasingan, ia tinggal di Rusia dimana ia membantu untuk mengorganisasi perlawanan industri untuk pemerintahan raja. Pada tanggal 18 April 1902, Stalin ditangkap setelah berkoordinasi pemogokan di pabrik besar di Batum Rothschild. Setelah menghabiskan 18 bulan di penjara Stalin dideportasi ke Siberia.
Pada Kongres Kedua Partai Buruh Sosial Demokrat di London pada tahun 1903, ada perselisihan antara Lenin dan Julius Martov, dua pemimpin partai. Lenin berpendapat untuk pesta kecil revolusioner profesional dengan pinggiran besar simpatisan non-partai dan pendukung. Martov tidak setuju percaya lebih baik untuk memiliki sebuah partai besar aktivis.
Julius Martov berdasarkan ide-idenya pada partai-partai sosialis yang ada di negara-negara Eropa lainnya seperti Partai Buruh Inggris. Lenin berpendapat bahwa situasi berbeda di Rusia seperti yang ilegal untuk membentuk partai politik sosialis di bawah pemerintahan otokratik Tsar. Pada akhir perdebatan Martov memenangkan suara 28-23. Lenin tidak mau menerima hasil dan membentuk faksi yang dikenal sebagai kaum Bolshevik. Mereka yang tetap setia kepada Martov dikenal sebagai Menshevik.
Stalin, seperti Gregory Zinoviev, Anatoli Lunacharsky, Mikhail Lashevich, Nadezhda Krupskaya, Mikhail Frunze, Alexei Rykov, Yakov Sverdlov, Lev Kamenev, Maxim Litvinov, Vladimir Antonov, Felix Dzerzhinsky, Gregory Ordzhonikidze dan Alexander Bogdanov bergabung dengan Bolshevik. Sedangkan George Plekhanov, Pavel Axelrod, Lev Deich, Vladimir Antonov-Ovseenko, Leon Trotsky, Vera Zasulich, Irakli Tsereteli, Moisei Uritsky, Noi Zhordania, Andrei Vyshinsky dan Fedor Dan didukung Julius Martov.
Pada 1904 Stalin melarikan diri dari Siberia dan dalam beberapa bulan ia kembali mengorganisir demonstrasi dan pemogokan di Tiflis. Vladimir Lenin Stalin terkesan dengan prestasi dan pada tahun 1905 dia diundang untuk menemuinya di Finlandia.
Stalin kembali ke Rusia dan selama delapan tahun berikutnya ia ditangkap empat kali, namun setiap kali berhasil melarikan diri. Pada tahun 1911 ia pindah ke St, Petersburg dan tahun berikutnya menjadi editor Pravda. Ditangkap lagi pada tahun 1913, Stalin diasingkan seumur hidup ke North Siberia.
Setelah penggulingan Nicholas II, perdana menteri baru, Alexander Kerensky, membiarkan semua tahanan politik untuk kembali ke rumah mereka. Stalin kembali ke St Petersburg dan sekali lagi menjadi salah satu editor Pravda. Pada saat ini, Stalin, seperti kebanyakan Bolshevik, mengambil pandangan bahwa orang-orang Rusia tidak siap untuk revolusi sosialis.
Ketika Lenin kembali ke Rusia pada 3 April 1917, ia mengumumkan apa yang dikenal sebagai Tesis April. Lenin menyerang Bolshevik untuk mendukung Pemerintahan Sementara. Sebaliknya, ia berpendapat, revolusioner harus mengatakan rakyat Rusia bahwa mereka harus mengambil alih kontrol negara. Dalam sambutannya, Lenin mendesak para petani untuk mengambil tanah dari tuan tanah yang kaya dan para pekerja industri untuk merebut pabrik-pabrik.
Lenin Bolshevik menuduh orang-orang yang masih mendukung Pemerintahan Sementara telah mengkhianati sosialisme dan menyarankan bahwa mereka harus meninggalkan partai. Beberapa mengambil nasihat Lenin, dengan alasan bahwa setiap upaya revolusi pada tahap ini pasti akan gagal dan akan mengakibatkan represif lain, pemerintah Rusia otoriter.
Stalin pada posisi yang sulit. Sebagai salah satu editor Pravda, dia sadar bahwa dia ditahan sebagian bertanggung jawab atas apa Lenin telah digambarkan sebagai "mengkhianati sosialisme". Stalin punya dua pilihan utama terbuka baginya: ia bisa melawan Lenin dan tantang dia untuk pimpinan partai, atau dia bisa berubah pikiran tentang mendukung Pemerintahan Sementara dan tetap setia kepada Lenin.
Setelah sepuluh hari diam, Stalin bergerak. Dalam Pravda dia menulis sebuah artikel yang menolak gagasan bekerja sama dengan Pemerintahan Sementara. Dia mengutuk dan Victor Alexander Kerensky Chernov sebagai kontra-revolusioner, dan mendesak para petani untuk pengambilalihan tanah untuk diri mereka sendiri.
Pada bulan November, 1917, Lenin Stalin dihargai atas dukungan dari Revolusi Oktober dengan menunjuk dia Komisar Nasionalitas. Lenin bergurau kepada Stalin bahwa: "Kau tahu, untuk lulus begitu cepat dari bawah tanah untuk eksistensi kekuasaan membuat orang pusing."
Lenin, Stalin dan Hitler
Young Stalin
Sebagai Georgia dan anggota kelompok minoritas yang menulis tentang masalah orang-orang non-Rusia yang hidup di bawah Tsar, Stalin dianggap sebagai pilihan yang jelas sebagai Komisar Nasionalitas. Ini adalah pekerjaan yang memberi kekuatan luar biasa Stalin hampir separuh penduduk negara itu jatuh ke dalam kategori non-Rusia. Stalin sekarang memiliki tanggung jawab menangani 65.000.000 Ukraina, Georgia, Byelorussians, Tadzhiks, Buriats dan Yakuts.
Kebijakan Bolshevik adalah untuk memberikan hak penentuan nasib sendiri untuk semua berbagai negara di Rusia. Hal ini diperkuat dengan pidato Stalin yang dibuat di Helsinki pada November 16, 1917. Stalin berjanji kerumunan bahwa pemerintah Soviet akan memberikan: "kebebasan penuh bagi rakyat Finlandia, dan untuk orang lain dari Rusia, untuk mengatur kehidupan mereka sendiri!" rencana Stalin adalah untuk mengembangkan apa yang ia sebut "aliansi sukarela dan jujur" antara Rusia dan kelompok-kelompok nasional yang berbeda yang hidup dalam perbatasannya.
Selama beberapa tahun berikutnya Stalin mengalami kesulitan mengendalikan orang-orang non-Rusia di bawah kekuasaannya. negara Independen dibentuk tanpa persetujuannya. Pemerintahan baru ini sering bermusuhan dengan kaum Bolshevik. Stalin berharap bahwa negara merdeka secara sukarela akan setuju untuk bergabung dengan Rusia untuk membentuk sebuah serikat Sosialis Amerika. Bila hal ini tidak terjadi Stalin dipaksa untuk merevisi kebijakan dan menyatakan bahwa penentuan nasib sendiri: "harus dipahami sebagai hak penentuan nasib sendiri bukan kelas borjuasi tapi massa bekerja keras sebuah bangsa yang diberikan." Dengan kata lain, kecuali ini negara merdeka memiliki pemerintahan sosialis bersedia untuk mengembangkan sebuah persatuan dengan Rusia, kaum Bolshevik tidak akan memungkinkan penentuan nasib sendiri.
Lenin juga mengubah pandangannya tentang kemerdekaan. Dia sekarang sampai pada kesimpulan bahwa ekonomi "modern diperlukan tingkat tinggi kekuasaan di tengah." Meskipun Bolshevik telah berjanji hampir separuh penduduk Rusia bahwa mereka akan menentukan nasib sendiri, Lenin sekarang berpendapat bahwa kebijakan seperti itu bisa menimbulkan ancaman serius bagi kelangsungan hidup pemerintah Soviet. Itu adalah janji atas penentuan nasib sendiri yang hanya satu dari sekian banyak alasan mengapa pemerintah Lenin menjadi tidak populer di Rusia.
Selama Perang Saudara Stalin memainkan peran penting dalam hal administrasi militer dan mengambil kredit untuk berhasil mengalahkan Tentara Putih di Tsaritsyn. Salah satu strategi yang dikembangkan oleh Stalin untuk melakukan wawancara dengan administrator lokal pada sebuah tongkang besar tertambat di Volga. Ia kemudian menyatakan bahwa jika Stalin tidak yakin kesetiaan mereka ditembak dan dibuang ke dalam sungai.
Pada bulan Agustus, 1918, Moisei Uritsky, kepala Polisi Rahasia Petrograd dibunuh. Dua dua minggu kemudian Dora Kaplan menembak dan terluka parah Lenin. Stalin, yang berada di Tsaritsyn pada waktu itu, mengirim telegram menganjurkan teror "massa terbuka dan sistematis" terhadap mereka yang bertanggung jawab. Saran dari Stalin telah diterima dan pada bulan September, 1918, Felix Dzerzhinsky, kepala Cheka, menghasut sebagai Teror Merah. Diperkirakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan 800 sosialis ditangkap dan ditembak tanpa pengadilan.
Kebijakan pemerintah Soviet Perang Komunisme selama Perang Saudara menciptakan tekanan sosial dan menimbulkan kerusuhan, pemogokan dan demonstrasi. Pemberontakan Kronstadt memperkuat gagasan bahwa pemerintah tidak populer dan pada bulan Maret 1921, Vladimir Lenin mengumumkan rincian nya Kebijakan Ekonomi Baru (NEP). Petani kini diperbolehkan untuk menjual makanan di pasar terbuka dan sekarang bisa mempekerjakan orang bekerja untuk mereka.
Kebijakan Ekonomi Baru juga memungkinkan beberapa kebebasan perdagangan internal, diijinkan beberapa commerce swasta dan bank negara didirikan kembali. Pabrik yang mempekerjakan kurang dari dua puluh orang denationalized dan bisa diklaim kembali oleh pemilik terdahulu.
Mendukung kebijakan Stalin Lenin. Pandangannya adalah bahwa selama hanya ada sebuah negara satu partai, pemerintah dapat memungkinkan pengenalan perusahaan swasta kecil. Ketika ia menunjukkan: "Kebijakan Ekonomi Baru adalah kebijakan khusus dari negara proletar dirancang untuk mentolerir kapitalisme tapi mempertahankan posisi kunci di tangan negara proletar."
Lenin menemukan perselisihan Kebijakan Ekonomi Baru melelahkan. Kesehatannya sudah miskin sejak Dora Kaplan telah menembaknya pada 1918. sakit kepala berat tidur terbatas dan dimengerti ia mulai menderita kelelahan. Lenin memutuskan ia membutuhkan seseorang untuk membantunya mengontrol Partai Komunis.
Pada Konferensi Partai pada bulan April 1922, Lenin mengusulkan bahwa posting baru Sekretaris Jenderal harus diciptakan. Lenin pilihan untuk posting itu Stalin, yang di masa lalu selalu setia mendukung kebijakan-kebijakannya. lawan utama Stalin untuk kepemimpinan masa depan partai gagal melihat pentingnya posisi ini dan benar-benar mendukung pencalonannya. Mereka awalnya melihat jabatan Sekretaris Jenderal sebagai tidak lebih dari "juru bicara Lenin".
Segera setelah pengangkatan Stalin sebagai Sekretaris Jenderal, Lenin pergi ke rumah sakit untuk peluru dihapus dari tubuhnya yang telah ada sejak percobaan pembunuhan Kaplan's. Diharapkan bahwa operasi ini akan memulihkan kesehatannya. Ini tidak menjadi; segera setelah itu, pembuluh darah pecah di otak Lenin. Hal ini membuat dia lumpuh semua ke sisi kanan dan untuk sementara waktu ia tidak dapat berbicara. Sebagai "juru bicara Lenin", Stalin tiba-tiba menjadi sangat penting.
Sementara Lenin diamobilkan, Stalin memanfaatkan kekuatan penuh sebagai Sekretaris Jenderal. Pada Kongres Partai ia telah diberikan izin untuk mengusir "tidak memuaskan" anggota partai. Hal ini memungkinkan Stalin untuk menghapus ribuan pendukung Leon Trotsky, saingan utamanya untuk pimpinan partai. Sebagai Sekretaris Jenderal, Stalin juga memiliki kekuatan untuk mengangkat dan memecat orang dari posisi penting di pemerintahan. Pemegang baru posting ini sepenuhnya menyadari bahwa mereka berutang kepada Stalin promosi mereka. Mereka juga tahu bahwa jika perilaku mereka tidak menyenangkan Stalin mereka akan diganti.
Dikelilingi oleh para pendukungnya, kepercayaan Stalin mulai tumbuh. Pada bulan Oktober, 1922, ia tidak setuju dengan Lenin atas masalah perdagangan luar negeri. Bila bahan itu dibahas di Komite Sentral, bukan kebijakan Stalin Lenin diterima. Lenin mulai takut bahwa Stalin mengambil alih kepemimpinan partai. Lenin menulis surat kepada Leon Trotsky meminta dukungannya. Trotsky setuju dan pada pertemuan berikutnya Komite Pusat keputusan pada perdagangan luar negeri terbalik. Lenin, yang terlalu sakit untuk menghadiri, menulis untuk mengucapkan selamat Trotsky dia pada kesuksesan dan menunjukkan bahwa di masa depan mereka harus bekerja sama melawan Stalin.
Stalin, yang istrinya Alliluyeva Nadya bekerja di kantor pribadi Lenin, segera menemukan isi surat yang dikirim ke Leon Trotsky. Stalin sangat marah ketika ia menyadari bahwa jika Lenin dan Trotsky bekerja bersama-sama melawan dia, karir politiknya akan berakhir. Dalam fit dari marah Stalin membuat panggilan telepon-kasar kepada istri Lenin, Nadezhda Krupskaya, menuduhnya membahayakan kehidupan Lenin dengan membiarkan dia untuk menulis surat ketika dia begitu sakit.
Setelah Krupskaya memberi tahu suaminya dari panggilan telepon, Lenin membuat keputusan bahwa Stalin bukan orang untuk menggantikan dia sebagai pemimpin partai. Lenin tahu ia hampir mati jadi dia didikte surat sekretarisnya bahwa ia ingin menjadi yang terakhir "akan dan wasiat". Dokumen ini terdiri dari pemikirannya tentang anggota-anggota senior pimpinan partai.
Lenin menjadi semakin prihatin tentang karakter Stalin dan menulis sebuah surat wasiat di mana ia menyatakan bahwa ia diturunkan. "Kamerad Stalin, telah menjadi Sekretaris Jenderal, memiliki kekuatan yang besar terkonsentrasi di tangannya: dan saya tidak yakin bahwa dia selalu tahu bagaimana menggunakan kekuasaan itu dengan hati-hati karena itu saya cukup. Mengusulkan kepada kawan-kawan kita untuk mempertimbangkan cara untuk menghapus Stalin dari ini pos dan menunjuk orang lain yang berbeda dari Stalin dalam satu hal penting: menjadi lebih toleran, lebih setia, lebih sopan, lebih perhatian dari rekan-rekannya. "
Namun, Lenin meninggal sebelum tindakan diambil. Stalin kini muncul sebagai pemimpin Uni Soviet. Ketika pertama kali mendapatkan kekuasaan Lenin Stalin lanjutan Kebijakan Ekonomi Baru. Petani diizinkan untuk menjual makanan di pasar terbuka dan diizinkan mempekerjakan orang bekerja untuk mereka. Para petani yang memperluas ukuran peternakan mereka menjadi dikenal sebagai kulak.
Pada tahun 1928 Stalin mulai menyerang kulak karena tidak menyediakan makanan yang cukup untuk pekerja industri. Dia juga menganjurkan mendirikan pertanian kolektif. Proposal ini melibatkan petani kecil menggabungkan kekuatan untuk membentuk unit skala besar. Dengan cara ini, ia berpendapat, mereka akan berada dalam posisi untuk membayar mesin terbaru. Stalin percaya kebijakan ini akan menyebabkan produksi meningkat. Namun, para petani menyukai pertanian lahan mereka sendiri dan enggan untuk membentuk diri menjadi negara kolektif.
Stalin marah bahwa petani menempatkan kesejahteraan mereka sendiri sebelum Uni Soviet. Pejabat komunis lokal diberi instruksi untuk menyita properti kulak. Tanah ini kemudian digunakan untuk membentuk pertanian kolektif baru. Ribuan kulak dieksekusi dan diperkirakan lima juta dideportasi ke Siberia atau Asia Tengah. Dari jumlah tersebut, sekitar dua puluh lima persen tewas pada saat mereka mencapai tujuan mereka.
Setelah kematian Lenin, Stalin bergabung dengan dua anggota sayap kiri dari Politbiro, Gregory Zinoviev dan Lev Kamenev, untuk menjaga Leon Trotsky dari kekuasaan. Kedua orang punya alasan untuk percaya bahwa Trotsky akan memberhentikan mereka dari pemerintah setelah ia menjadi pemimpin. Stalin mendorong rasa takut ini. Dia juga menyarankan agar pihak aktivis tua seperti mereka memiliki lebih banyak hak untuk memimpin Bolshevik dari Trotsky, yang hanya bergabung dengan partai pada 1917.
Leon Trotsky menuduh Stalin menjadi diktator dan menyerukan pengenalan demokrasi lebih ke dalam partai. Gregory Zinoviev dan Lev Kamenev bersatu di belakang Stalin dan Trotsky dituduh menciptakan divisi dalam partai.
harapan utama Trotsky kekuasaan adalah untuk memperoleh bukti terakhir Lenin akan diterbitkan. Pada bulan Mei, 1924, janda Lenin, Nadezhda Krupskaya, menuntut bahwa Komite Sentral mengumumkan isinya ke seluruh partai. Gregory Zinoviev berpendapat keras terhadap publikasi. Dia menyelesaikan pidatonya dengan kata-kata: "Anda memiliki semua menyaksikan kerjasama yang harmonis kami dalam beberapa bulan terakhir, dan, seperti saya sendiri, Anda akan senang untuk mengatakan bahwa ketakutan Lenin telah membuktikan tak berdasar." Para anggota baru Komite Sentral, yang telah disponsori oleh Stalin, menjamin bahwa suara melanggar wasiat Lenin yang dibuat publik.
Pada tahun 1925 Stalin mampu mengatur Leon Trotsky harus dikeluarkan dari pemerintah. Beberapa pendukung Trotsky meminta dia untuk mengorganisir sebuah kudeta militer. Sebagai komisaris perang Trotsky berada di posisi yang baik untuk mengatur ini. Namun, Trotsky menolak ide itu dan bukan mengundurkan diri jabatannya.
Dengan penurunan Trotsky, Joseph Stalin merasa cukup kuat untuk menghentikan berbagi kekuasaan dengan Lev Kamenev dan Gregory Zinoviev. Stalin kini mulai menyerang keyakinan Trotsky dalam kebutuhan untuk revolusi dunia. Dia berargumen bahwa prioritas utama partai harus mempertahankan sistem komunis yang telah dikembangkan di Uni Soviet. Hal ini menempatkan Zinoviev dan Kamenev dalam posisi canggung. Mereka telah sejak lama menjadi pendukung kuat teori Trotsky bahwa jika revolusi tidak menyebar ke negara-negara lain, sistem komunis di Uni Soviet mungkin digulingkan oleh bermusuhan, negara-negara kapitalis. Namun, mereka enggan untuk berbicara mendukung orang yang mereka telah bertentangan dengan begitu lama.
Ketika Stalin akhirnya yakin bahwa Lev Kamenev dan Gregory Zinoviev tidak bersedia bergabung dengan Leon Trotsky melawan dia, ia mulai untuk mendukung kebijakan ekonomi secara terbuka anggota sayap kanan dari Politbiro seperti Nikolay Bukharin, Mikhail Tomsky dan Alexei Rykov. Mereka sekarang menyadari apa Stalin sampai tapi butuh mereka untuk musim panas tahun 1926 sebelum mereka bisa menelan kebanggaan mereka dan bergabung dengan Trotsky melawan Stalin.
Ketika Lev Kamenev dan Gregory Zinoviev akhirnya mulai menyerang kebijakannya, Joseph Stalin berpendapat mereka menciptakan perpecahan dalam partai dan berhasil telah mereka diusir dari Komite Pusat. Keyakinan bahwa partai itu akan terpecah menjadi dua faksi yang bertentangan adalah ketakutan yang kuat antara komunis di negara ini. Mereka yakin bahwa jika ini terjadi, negara-negara Barat akan mengambil keuntungan dari situasi dan menginvasi Uni Soviet.
Di bawah tekanan dari Komite Sentral, Lev Kamenev dan Gregory Zinoviev setuju untuk menandatangani pernyataan tidak menjanjikan untuk menciptakan konflik dalam gerakan ini dengan membuat pidato menyerang kebijakan resmi. Leon Trotsky menolak untuk menandatangani dan dibuang ke daerah terpencil Kazhakstan.
Dalam penasihat 1927 Stalin mengatakan bahwa dengan modernisasi pertanian Uni Soviet akan membutuhkan tambahan 250.000 traktor. Serta traktor juga ada kebutuhan untuk mengembangkan ladang minyak untuk menyediakan bensin yang diperlukan untuk mendorong mesin. Power stasiun juga harus dibangun untuk memasok peternakan dengan listrik.
Karena kemajuan industri Revolusi Oktober telah lambat. Bukan sampai tahun 1927 bahwa produksi telah mencapai tingkat yang dicapai sebelum memulai Perang Dunia Pertama. Stalin memutuskan bahwa ia akan menggunakan kekuasaannya atas negeri untuk memodernisasi ekonomi.
Lima Tahun Rencana pertama yang diperkenalkan pada tahun 1928, berkonsentrasi pada pengembangan besi dan baja, mesin-alat, tenaga listrik dan transportasi. Stalin mengatur pekerja target tinggi. Dia menuntut kenaikan 111% dalam produksi batubara, peningkatan 200% dalam produksi besi dan meningkatkan 335% daya listrik. Dia dibenarkan tuntutan ini dengan menyatakan bahwa jika industrialisasi yang pesat tidak terjadi, Uni Soviet tidak akan mampu mempertahankan diri melawan invasi dari negara-negara kapitalis di barat.
Setiap pabrik telah didirikan papan layar besar yang menunjukkan output pekerja. Mereka yang gagal mencapai target diperlukan publisitas dikritik dan dihina. Beberapa pekerja tidak bisa mengatasi tekanan ini dan ketidakhadiran meningkat. Hal ini menyebabkan bahkan tindakan represif lebih diperkenalkan. Catatan yang disimpan keterlambatan pekerja, absensi dan pengerjaan yang buruk. Jika catatan pekerja miskin, ia dituduh mencoba menyabot Rencana Lima Tahun dan jika terbukti bersalah bisa ditembak atau dikirim untuk bekerja sebagai tenaga kerja paksa di Laut Baltik Canal atau Siberia Railway.
Dengan modernisasi industri, Stalin berpendapat bahwa perlu untuk membayar upah lebih tinggi untuk pekerja tertentu dalam rangka mendorong peningkatan output. lawan-Nya sayap kiri menyatakan bahwa ketidaksetaraan ini adalah pengkhianatan sosialisme dan akan menciptakan sebuah sistem kelas baru di Uni Soviet. Stalin jalan dan selama tahun 1930-an, kesenjangan antara upah buruh dan pekerja terampil meningkat.
Pada musim panas tahun 1932 Stalin menjadi sadar bahwa oposisi terhadap kebijakan-nya tumbuh. Beberapa anggota partai yang terbuka mengkritik Stalin dan menyerukan agar penerimaan kembali dari Leon Trotsky ke pesta. Ketika masalah ini dibahas di Politbiro, Stalin menuntut bahwa para kritikus harus ditangkap dan dieksekusi. Sergei Kirov, yang sampai saat ini telah menjadi setia Stalinis, menentang kebijakan ini. Ketika suara itu diambil, mayoritas Politbiro didukung Kirov terhadap Stalin.
Pada musim semi tahun 1934 Sergei Kirov mengajukan kebijakan rekonsiliasi. Dia berargumen bahwa orang harus dilepaskan dari penjara yang telah menentang kebijakan pemerintah tentang pertanian kolektif dan industrialisasi. Sekali lagi, Stalin mendapati dirinya di sebuah minoritas di Politbiro.
Setelah bertahun-tahun mengatur untuk menghilangkan lawan-lawannya dari partai, Stalin menyadari bahwa ia masih tidak bisa mengandalkan dukungan total orang-orang yang ia menggantinya dengan. Stalin tidak diragukan lagi mulai bertanya-tanya apakah Sergei Kirov bersedia untuk menunggu mentornya mati sebelum menjadi pemimpin partai itu. Stalin sangat prihatin dengan keinginan Kirov untuk berdebat dengan dia di depan umum, takut bahwa hal ini akan meruntuhkan kekuasaannya di partai.
Seperti biasa, bahwa musim panas Kirov dan Stalin pergi berlibur bersama-sama. Stalin, yang diperlakukan Kirov seperti anak, menggunakan kesempatan ini untuk mencoba membujuk dia untuk tetap setia pada kepemimpinannya. Stalin memintanya pergi Leningrad untuk bergabung dengannya di Moskow. Stalin ingin Kirov di tempat di mana dia bisa mengawasi kepadanya. Ketika Kirov menolak, Stalin tahu bahwa ia telah kehilangan kontrol atas anak didik-nya.
Stalin dan Ilmu Perang Soviet
Moment Rusia di Sejarah Dunia
Pada 1 Desember 1934. Sergei Kirov dibunuh oleh seorang anggota partai muda, Leonid Nikolayev. Stalin menyatakan bahwa Nikolayev adalah bagian dari konspirasi lebih besar yang dipimpin oleh Leon Trotsky terhadap pemerintah Soviet. Hal ini mengakibatkan penangkapan dan eksekusi Lev Kamenev, Gregory Zinoviev, dan lima belas anggota partai lain.
Pada bulan September, 1936, Stalin Yezhov Nikolai ditunjuk sebagai kepala NKVD, Polisi Rahasia Komunis. Yezhov cepat mengatur penangkapan semua tokoh politik terkemuka di Uni Soviet yang kritis terhadap Stalin. Polisi Rahasia pecah tahanan bawah oleh interogasi yang intens. Ini termasuk ancaman untuk menangkap dan mengeksekusi anggota keluarga tawanan jika mereka tidak mengaku. interogasi yang berlangsung selama beberapa hari dan malam dan akhirnya mereka menjadi begitu kelelahan dan bingung bahwa mereka menandatangani pengakuan setuju bahwa mereka telah berusaha untuk menggulingkan pemerintah.
Pada tahun 1936 Nickolai Bukharin, Alexei Rykov, Genrikh Yagoda, Nikolai Krestinsky dan Kristen Rakovsky ditangkap dan dituduh terlibat dengan Leon Trotsky di sebuah plot terhadap Stalin. Mereka semua ditemukan bersalah dan akhirnya dieksekusi.
Stalin sekarang memutuskan untuk membersihkan Tentara Merah. Beberapa sejarawan percaya bahwa Stalin mengatakan yang sebenarnya ketika ia mengklaim bahwa ia memiliki bukti bahwa tentara merencanakan sebuah kudeta militer saat ini. Leopold Trepper, kepala jaringan mata-mata Soviet di Jerman, percaya bahwa bukti itu ditanam oleh seorang agen ganda yang bekerja untuk kedua Stalin dan Adolf Hitler. Trepper teori adalah bahwa "pemimpin-kontra spionase Nazi" mengambil "keuntungan dari paranoia mengamuk di Uni Soviet," dengan memberikan informasi yang mengarah kepada Stalin melaksanakan pemimpin puncaknya militer.
Pada bulan Juni, 1937, Mikhail Tukhachevsky dan tujuh lainnya atas komandan Tentara Merah didakwa dengan konspirasi dengan Jerman. Semua delapan dihukum dan dieksekusi. Semua mengatakan, 30.000 anggota angkatan bersenjata dieksekusi. Ini termasuk lima puluh persen dari semua perwira tentara.
Tahap terakhir dari teror itu adalah membersihkan dari NKVD. Stalin ingin memastikan bahwa mereka yang tahu terlalu banyak tentang pembersihan juga akan dibunuh. Stalin mengumumkan ke negara bahwa "elemen fasis" telah mengambil alih pasukan keamanan yang mengakibatkan orang yang tidak bersalah dieksekusi. Dia menunjuk Lavrenti Beria sebagai kepala baru Polisi Rahasia dan dia diperintahkan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab. Setelah penyelidikannya, Beria mengatur eksekusi dari semua tokoh senior dalam organisasi.
Stalin didukung pemerintah Front Populer di Spanyol. Setelah pecahnya Perang Saudara Spanyol ia mengirim sejumlah besar tank Soviet dan pesawat untuk Partai Republik. Mereka didampingi oleh sejumlah besar tank-driver dan pilot dari Uni Soviet. Semua mengatakan, sekitar 850 penasehat Soviet, pilot, tenaga teknis dan interpreter ambil bagian dalam perang.
Stalin menjadi semakin khawatir bahwa Uni Soviet akan diserang oleh Jerman. Stalin percaya bahwa cara terbaik untuk menghadapi Adolf Hitler untuk membentuk aliansi anti-fasis dengan negara-negara di barat. Stalin berpendapat bahwa Hitler tidak akan memulai perang melawan Eropa bersatu.
Neville Chamberlain, Perdana Menteri Inggris, tidak antusias membentuk aliansi dengan Uni Soviet. Dia menulis ke teman: "Saya harus mengakui ketidakpercayaan yang paling mendalam dari Rusia saya punya keyakinan apapun dalam kemampuannya untuk mempertahankan serangan yang efektif, bahkan jika ia ingin.. Dan aku curiga motifnya, yang tampaknya saya agar sedikit hubungan dengan ide-ide kami kebebasan, dan hanya khawatir dengan mendapatkan orang lain oleh telinga. "
Winston Churchill, seorang kritikus vokal dari kebijakan luar negeri Inggris, setuju dengan Stalin: "Tidak ada cara untuk menjaga front timur melawan agresi Nazi tanpa bantuan aktif dari Rusia Rusia kepentingan. Yang sangat prihatin dalam mencegah desain Herr Hitler di Eropa timur. Itu seharusnya masih mungkin untuk rentang semua Amerika dan masyarakat dari Baltik ke laut Hitam solid dalam satu front melawan kemarahan baru dari invasi semacam front,. jika didirikan di dalam hati yang baik, dan dengan pengaturan militer tegas dan efisien, digabungkan dengan kekuatan Powers Barat, namun mungkin menghadapi Hitler, Goering, Himmler, Ribbentrop, Goebbels dan bersama dengan pasukan orang-orang Jerman akan enggan untuk menantang.. "
interpretasi Stalin sendiri penolakan Britania rencananya untuk aliansi antifasis, adalah bahwa mereka terlibat dalam sebuah plot dengan Jerman melawan Uni Soviet. Keyakinan ini diperkuat ketika Neville Chamberlain bertemu dengan Adolf Hitler di Munich pada bulan September, 1938, dan memberikan ke tuntutannya untuk Sudetenland di Cekoslovakia. Stalin sekarang percaya bahwa tujuan utama dari kebijakan luar negeri Inggris adalah untuk mendorong Jerman untuk kepala timur bukan barat.
Stalin menyadari bahwa perang dengan Jerman tak terelakkan. Namun, untuk memiliki kesempatan untuk kemenangan dia perlu waktu untuk membangun angkatan bersenjata-nya. Satu-satunya cara ia bisa mendapatkan waktu untuk melakukan kesepakatan dengan Hitler. Stalin yakin bahwa Hitler tidak akan cukup bodoh untuk melawan perang di dua front. Jika dia bisa membujuk Hitler menandatangani perjanjian damai dengan Uni Soviet, Jerman akan menyerang Eropa Barat sebagai gantinya.
Pada tanggal 3 Mei 1939, Stalin menolak Maxim Litvinov, nya Commissar Yahudi Luar Negeri. Litvinov telah erat berkaitan dengan kebijakan Uni Soviet dari sebuah aliansi antifasis. Pertemuan segera terjadi antara Vyacheslav Molotov, penggantian Litvinov dan Joachim von Ribbentrop, menteri luar negeri Jerman. Pada tanggal 28 Agustus 1939, Pakta Nazi-Soviet ditandatangani di Moskow. Menurut ketentuan perjanjian, kedua negara berjanji untuk tetap netral jika salah satu negara terlibat dalam perang.
Sekarang Stalin memerintahkan Tentara Merah ke Polandia dan reklamasi tanah hilang ketika Perjanjian Brest-Litovsk ditandatangani pada 1918.
Aspek lain dari Perjanjian Brest-Litovsk yang membuat Uni Soviet rentan terhadap serangan adalah hilangnya Finlandia. Leningrad hanya tiga puluh dua kilometer dari perbatasan Finlandia. Hal ini membuat Leningrad dan 3,5 juta penduduknya, potensi target tembakan artileri. Oleh karena itu Stalin mulai mempertimbangkan Invasi Finlandia.
Setelah mencoba untuk menegosiasikan penempatan pasukan Soviet di Finlandia gagal, Stalin memerintahkan untuk menyerang Tentara Merah. Adolf Hitler, yang juga memiliki desain di Finlandia, terpaksa siaga dan menonton Uni Soviet membangun pertahanan Baltik tersebut. Butuh pasukan Soviet tiga bulan untuk memaksa pemerintah Finlandia untuk menyetujui tuntutan asli Stalin. Meskipun dunia sekarang menyadari kelihaian Stalin dalam urusan luar negeri, tentara Finlandia kecil sebanyak 200.000 orang telah terkena Uni Soviet kurang terlatih dan dilengkapi tentara.
Stalin percaya bahwa Jerman tidak akan menyerang Uni Soviet sampai Britania dan Perancis telah ditaklukkan. Dari perhitungan Stalin sendiri, ini tidak akan sampai musim panas 1942. Beberapa penasihat terdekatnya mulai menyatakan bahwa 1941 akan menjadi tanggal yang lebih mungkin. Penyerahan Perancis pada bulan Juni 1940, juga meragukan perhitungan Stalin.
respon Stalin untuk mengalahkan Perancis adalah mengirim Vyacheslav Molotov ke Berlin untuk diskusi lebih lanjut. Molotov diperintahkan untuk menarik dari pembicaraan ini selama mungkin. Stalin tahu bahwa jika Adolf Hitler tidak menyerang Uni Soviet pada musim panas 1941, ia harus menunggu sampai 1942. Tidak seorang pun, bahkan seseorang yang ruam seperti Hitler, akan menyerbu Uni Soviet di musim dingin, ia berpendapat.
Jerman sekarang dalam posisi negosiasi yang kuat dan Molotov yang ditemukan tidak mungkin untuk menyetujui tuntutan Hitler. Begitu pembicaraan pecah-up, Hitler memerintahkan para pemimpin militer untuk mempersiapkan untuk Operasi Barbarossa. Rencananya adalah untuk invasi Uni Soviet untuk mulai pada tanggal 15 Mei 1941. Hitler percaya bahwa ini akan memberikan waktu yang cukup untuk Angkatan Darat Jerman menguasai negara ini sebelum musim dingin Soviet keras mengatur masuk
Informasi tentang invasi diusulkan datang kepada Stalin dari berbagai sumber. Richard Sorge, agen yang bekerja untuk Orchestra Merah di Jepang, memperoleh informasi mengenai invasi yang diusulkan pada awal Desember 1940. Read more...
Kamis, 01 September 2011
Kamis, 25 Agustus 2011
entri baru??
gw gak tau mau nulis apa.. yang jelas udah lama banget gw gak buka blog ini.. sampe debuan nih blog heuheuheu...
Kamis, 30 September 2010
Razia tengah malam
SEKUMPULAN orang dengan pentungan terlihat berjaga-jaga di depan pertamina. gue gak tahu kalo itu lagi ada razia, tanpa pikir panjang gue berenti di dalem pertamina segek ngisi bensin padahal jelas jam segini udah tutup. gue gak tahu lagi musti ngapain.lemas.gak bawa surat-surat.melongo.ngeliatin orang pada kena tilang trus ketawa padahal gue sebentar lagi juga ngalamin kayak gitu.
Akhirnya gue ngobrol sama ibu-ibu pegawai pertamina......
"Percuma balik, tu ada polisi di balik pohon" katanya
terlihat seorang yang penyamarannya sangat ajibb. hampir gak kliatan sob!
untuk aja gue gak panik tadi, kalo gak bakal kena juga.fiuuhh...
setelah lama menunggu kesempatan, akhirnya lewat juga sebuah motor yang pengendara nya nakal.gak pake helm. pas di depan gue di balik arah, tapi dia gak liat kalo udah ada yang jaga di belakangnya. entah keturunan siapa tu anak, dia tetep nekat kabur masuk ke halaman rumah orang yang ada anjing nya.
gue cuma liatin aja dari jauh, sampe akhirnya polisi itu masuk ke halaman rumah juga .dan karena udah ada jalan yang bebas dari polisi, gue jalan aja santai gak panik dan gak teriak-teriak.
tips:
1. ketika ada gabungan/razia jangan panik. bentuklah cara duduk saat mengendarai motor dengan cara seperti orang tua yang patuh hukum.hal ini terbukti.
2. kalo anda takut, minggir aja kerumah orang atau kalo ada warung ya segek beli apa kek.dan tunggu aja sampe selesai acara.
3. jangan teriak-teriak. cara yang ketiga ini paling ampuh. kuncinya adalah diam, diam dirumah dan tidak berkendara. usaha kan jalan.
Akhirnya gue ngobrol sama ibu-ibu pegawai pertamina......
"Percuma balik, tu ada polisi di balik pohon" katanya
terlihat seorang yang penyamarannya sangat ajibb. hampir gak kliatan sob!
untuk aja gue gak panik tadi, kalo gak bakal kena juga.fiuuhh...
setelah lama menunggu kesempatan, akhirnya lewat juga sebuah motor yang pengendara nya nakal.gak pake helm. pas di depan gue di balik arah, tapi dia gak liat kalo udah ada yang jaga di belakangnya. entah keturunan siapa tu anak, dia tetep nekat kabur masuk ke halaman rumah orang yang ada anjing nya.
gue cuma liatin aja dari jauh, sampe akhirnya polisi itu masuk ke halaman rumah juga .dan karena udah ada jalan yang bebas dari polisi, gue jalan aja santai gak panik dan gak teriak-teriak.
tips:
1. ketika ada gabungan/razia jangan panik. bentuklah cara duduk saat mengendarai motor dengan cara seperti orang tua yang patuh hukum.hal ini terbukti.
2. kalo anda takut, minggir aja kerumah orang atau kalo ada warung ya segek beli apa kek.dan tunggu aja sampe selesai acara.
3. jangan teriak-teriak. cara yang ketiga ini paling ampuh. kuncinya adalah diam, diam dirumah dan tidak berkendara. usaha kan jalan.
Senin, 06 September 2010
Kisah sebuah celana pendek karya idrus
TEPAT pada hari PEARL harbour diserang Jepang, Kusno dibelikan ayahnya sebuah celana pendek. Celana kepar 1001, made in Italia.
Pak kusno buta politik. Tak tahu ia, betapa besarnya arti penyerangan itu. Yang diketahuinya hanya, bahwa anaknya sudah tidak mempunyai celana lagi yang pantas dipakai. Setiap orang yang sedikit banyak kenal politik di seluruh dunia mengernyitkan keningnya, karena dendam, karena khawatir, karena marah. Tapi Pak Kusno tersenyum senang pada hari itu. Ia berhasil, apa yang disangkanya semua sesuatu yang tidak bisa, membelikan Kusno sebuah celana pendek.
Pada waktu itu Kusno berusia 14 tahun. Baru tamat sekolah rakyat. Sekarang hendak melamar pekerjaan. Dan dengan celana baru, rasanya baginya segala pekerjaan terbuka. Ia akan membuktikan pada ayahnya, bahwa ia adalah anak yang tahu membalas guna. Pendek kata, keluaraga Kusno pada hari itu bergirang hati seperti bellum pernah sebelum itu. Dan kabar-kabar tentang Pearl Harbour tidak bergema sesikitpun juga dalam hati orang-orang sederhana ini.
Demikian benarlah ucapan, hanya orang besar-besar yang mau perang, rakyat sederhana mau damai Cuma!
Tapi Kusno tak selekas seperti sangkaannya mendapat pekerjaan. Kantor-kantor tahu, apa arti penyerangan pulau Mutiara itu. Mereka tidak menerima seorang pekerja baru pun juga lagi. Di atas kantor itu bergumpal awan hitam dan dari sela-sela awan itu menjulur muka malaikatmaut
Kusno terpaksa menurunkan barang dagangannya, dari juru tulis menjadi portir dan dari portir menjadi opas. Dan setelah sepuluh kantor dinaikinya , akhirnya berhasil juga ia mendapat pekerjaan…..sebagai opas. Dengan gaji sepuluh rupiah sebulan.
Pak Kusno bersusah hati. Ia sendiri seorang opas. Mestikah anaknya menjadi opas lagi? Dan anak kusno kelak opas pula? Turun temurun menjadi opas? Tidak pernah tercita-cita olehnya, keluarganya akan menjadi keluarga opas. Tapi, seperti juga orang-orang kampong lain dalam kesusahan, Pak kusno ingat kepada tuhan, manusia berusaha, tuhan menentukan!
Kusno bekerja dengan rajin, tapi celana kepar 1001-nya bertambah lama bertambah pudar, karena sering kena cuci. Setiap bulan ia berharap akan dapat membeli sebuah celana baru, tapi uang yang sepuluh rupiah itu untuk makan saja pun tidak mencukupi. Dengan sendirinya kepar 1001 bertambah sering harus di cuci, dan setiap kena cuci, rupa nya bertambah menghawatirkan.
Seluruh pikiran kusno tertuju pada celana itu. Apakah yang terjadi dengan dirinya, jika celana itu sudah tidak bisa dipakai lagi? Setiap hari ia mendoa, agar tuhan jangan menurunkan hujan. Dan jika hujan turun juga, Kusno dengan hati kembang kempis melihat kepada celana nya, seperti seorang ibu melihat kepada anaknya yang hendak dilepas ke medan peperangan.
Kepar 1001. 1 x 1 = 1. Dan berapakah 1 – 1?
Kalau pikiran Kusno mengenakan celana 1001 ini. Apalagi kalau tidak ada uang pembeli sabun, sedang celana lagi kotor.
Tidak, rakyat sederhana tidak mau perang, ia hanya mau hidup sederhana dan hidup bebas dari ketakutan esok hari tidak mempunyai celana.
Tapi orang tinggi-tinggi dan besar-besar mau perang, yang satu untuk demokrasi dan yang lain untuk kemakmuran bersama di Asia Timur Raya.
Kusno tidak tahu arti demokrasi dan perkataan kemakmuran sangat menarik hatinya. Ia sebenarnya ingat kepada celananya. Kemakmuran baginya celana. Dan sebab itu disambutnya tentara jepang dengan peluk cium dan salaman tangan.
Dan seperti kebanyakan bangsa Indonesia hidup dengan pengharapan kemerdekaan, Kusno hidup dengan pengharapan akan celana baru, terus-menerus berharap selama tiga setengah tahun.
Tapi seperti kemerdekaan itu, celana itu pun tak terbayang. Dan waktu kusno melepaskan harapannya itu, celana 1001 itu sudah tidak seperti celana lagi. Di sana-sini benangnya sudah keluar dan apa yang dulunya putih, sekaranag kuning kehitam-hitaman. Dan karena itu tidak pantas lagi dipakai oleh seorang opas. Waktu kusno memberanikan hatinya meminta kepada sepnya, ia di bentak demikian hebatnya sehingga pada waktu itu hilang semangatnya.
Dia datang juga beberapa hari lagi ke kantor, tapi akhirnya malunya berkuasa atas gaji yang sepuluh rupiah itu dan oa pun meminta berhenti.
Hari kemudian gelap bagi Kusno. Tapi sekarang ia lepas bebas dari malu yang mencoret mukanya. Ia tahu, bahwa hari gelap dan maha menakutkan akan menimpa dia. Tapi Tuhan maha pengasih dan pemurah. Demikian keyakinan Kusno.
Pada suatu hari Kusno sakit kepala. Ia tahu, bahwa sakit kepala itu segera akan hilang, jika ia dapat mengisi perutnya. Dua hari dua malam tak ada lain yang dimakannya selain daun-daun kayu. Ada terlayang di pikirannya untuk menjual celana1001 itu, guna membeli sekedar makanan yang pantas dimakan manusia. Tapi lekas dibuangnya pikiran itu. Jika celana itu dijualnya, perutnya kenyang buat beberapa detik, tapi sesudah itu dengan apa akan ditutupnya auratnya? Sekali pula ada niatnya untuk mencuri barang orang lain, tapi Tuhan berkata, jauhi dirimu dari curi mencuri. Dan keluarga kusno turun temurun taku kepada tuhan itu, sungguhpun belum pernah dilihatnya.
Begitulah kusno tidak menjual celana, tidak mencuri, sering sakit kepala dan hidup dengan daun-daun kayu. Tapi ia hidup terus, sengsara memang, tapi hidup dengan bangga.
Tentang celana kepar 1001 itu, tak ada yang diceritakan lagi. Pada suatu kali ia pasti hilang dari muka bumi. Dan mungkinkah ia bersama-sama dengan kusno hilang dari muka bumi ini?
Tapi bagaimana pun juga, Kusno tak akan putus asa. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan, hidup bersama kesengsaraan. Dan meskipun celana 1001-nya lenyap jadi topo, Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan, biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar 1001 yang lain.
Hanya yang belum juga dapat dipahamkan Kusno ialah, mengapa selalu saja masih ada peperangan. Kusno merasa seorang yang di korbankan.
Dari ave maria ke jalan lain ke roma hal 115-118
Pak kusno buta politik. Tak tahu ia, betapa besarnya arti penyerangan itu. Yang diketahuinya hanya, bahwa anaknya sudah tidak mempunyai celana lagi yang pantas dipakai. Setiap orang yang sedikit banyak kenal politik di seluruh dunia mengernyitkan keningnya, karena dendam, karena khawatir, karena marah. Tapi Pak Kusno tersenyum senang pada hari itu. Ia berhasil, apa yang disangkanya semua sesuatu yang tidak bisa, membelikan Kusno sebuah celana pendek.
Pada waktu itu Kusno berusia 14 tahun. Baru tamat sekolah rakyat. Sekarang hendak melamar pekerjaan. Dan dengan celana baru, rasanya baginya segala pekerjaan terbuka. Ia akan membuktikan pada ayahnya, bahwa ia adalah anak yang tahu membalas guna. Pendek kata, keluaraga Kusno pada hari itu bergirang hati seperti bellum pernah sebelum itu. Dan kabar-kabar tentang Pearl Harbour tidak bergema sesikitpun juga dalam hati orang-orang sederhana ini.
Demikian benarlah ucapan, hanya orang besar-besar yang mau perang, rakyat sederhana mau damai Cuma!
Tapi Kusno tak selekas seperti sangkaannya mendapat pekerjaan. Kantor-kantor tahu, apa arti penyerangan pulau Mutiara itu. Mereka tidak menerima seorang pekerja baru pun juga lagi. Di atas kantor itu bergumpal awan hitam dan dari sela-sela awan itu menjulur muka malaikatmaut
Kusno terpaksa menurunkan barang dagangannya, dari juru tulis menjadi portir dan dari portir menjadi opas. Dan setelah sepuluh kantor dinaikinya , akhirnya berhasil juga ia mendapat pekerjaan…..sebagai opas. Dengan gaji sepuluh rupiah sebulan.
Pak Kusno bersusah hati. Ia sendiri seorang opas. Mestikah anaknya menjadi opas lagi? Dan anak kusno kelak opas pula? Turun temurun menjadi opas? Tidak pernah tercita-cita olehnya, keluarganya akan menjadi keluarga opas. Tapi, seperti juga orang-orang kampong lain dalam kesusahan, Pak kusno ingat kepada tuhan, manusia berusaha, tuhan menentukan!
Kusno bekerja dengan rajin, tapi celana kepar 1001-nya bertambah lama bertambah pudar, karena sering kena cuci. Setiap bulan ia berharap akan dapat membeli sebuah celana baru, tapi uang yang sepuluh rupiah itu untuk makan saja pun tidak mencukupi. Dengan sendirinya kepar 1001 bertambah sering harus di cuci, dan setiap kena cuci, rupa nya bertambah menghawatirkan.
Seluruh pikiran kusno tertuju pada celana itu. Apakah yang terjadi dengan dirinya, jika celana itu sudah tidak bisa dipakai lagi? Setiap hari ia mendoa, agar tuhan jangan menurunkan hujan. Dan jika hujan turun juga, Kusno dengan hati kembang kempis melihat kepada celana nya, seperti seorang ibu melihat kepada anaknya yang hendak dilepas ke medan peperangan.
Kepar 1001. 1 x 1 = 1. Dan berapakah 1 – 1?
Kalau pikiran Kusno mengenakan celana 1001 ini. Apalagi kalau tidak ada uang pembeli sabun, sedang celana lagi kotor.
Tidak, rakyat sederhana tidak mau perang, ia hanya mau hidup sederhana dan hidup bebas dari ketakutan esok hari tidak mempunyai celana.
Tapi orang tinggi-tinggi dan besar-besar mau perang, yang satu untuk demokrasi dan yang lain untuk kemakmuran bersama di Asia Timur Raya.
Kusno tidak tahu arti demokrasi dan perkataan kemakmuran sangat menarik hatinya. Ia sebenarnya ingat kepada celananya. Kemakmuran baginya celana. Dan sebab itu disambutnya tentara jepang dengan peluk cium dan salaman tangan.
Dan seperti kebanyakan bangsa Indonesia hidup dengan pengharapan kemerdekaan, Kusno hidup dengan pengharapan akan celana baru, terus-menerus berharap selama tiga setengah tahun.
Tapi seperti kemerdekaan itu, celana itu pun tak terbayang. Dan waktu kusno melepaskan harapannya itu, celana 1001 itu sudah tidak seperti celana lagi. Di sana-sini benangnya sudah keluar dan apa yang dulunya putih, sekaranag kuning kehitam-hitaman. Dan karena itu tidak pantas lagi dipakai oleh seorang opas. Waktu kusno memberanikan hatinya meminta kepada sepnya, ia di bentak demikian hebatnya sehingga pada waktu itu hilang semangatnya.
Dia datang juga beberapa hari lagi ke kantor, tapi akhirnya malunya berkuasa atas gaji yang sepuluh rupiah itu dan oa pun meminta berhenti.
Hari kemudian gelap bagi Kusno. Tapi sekarang ia lepas bebas dari malu yang mencoret mukanya. Ia tahu, bahwa hari gelap dan maha menakutkan akan menimpa dia. Tapi Tuhan maha pengasih dan pemurah. Demikian keyakinan Kusno.
Pada suatu hari Kusno sakit kepala. Ia tahu, bahwa sakit kepala itu segera akan hilang, jika ia dapat mengisi perutnya. Dua hari dua malam tak ada lain yang dimakannya selain daun-daun kayu. Ada terlayang di pikirannya untuk menjual celana1001 itu, guna membeli sekedar makanan yang pantas dimakan manusia. Tapi lekas dibuangnya pikiran itu. Jika celana itu dijualnya, perutnya kenyang buat beberapa detik, tapi sesudah itu dengan apa akan ditutupnya auratnya? Sekali pula ada niatnya untuk mencuri barang orang lain, tapi Tuhan berkata, jauhi dirimu dari curi mencuri. Dan keluarga kusno turun temurun taku kepada tuhan itu, sungguhpun belum pernah dilihatnya.
Begitulah kusno tidak menjual celana, tidak mencuri, sering sakit kepala dan hidup dengan daun-daun kayu. Tapi ia hidup terus, sengsara memang, tapi hidup dengan bangga.
Tentang celana kepar 1001 itu, tak ada yang diceritakan lagi. Pada suatu kali ia pasti hilang dari muka bumi. Dan mungkinkah ia bersama-sama dengan kusno hilang dari muka bumi ini?
Tapi bagaimana pun juga, Kusno tak akan putus asa. Ia dilahirkan dalam kesengsaraan, hidup bersama kesengsaraan. Dan meskipun celana 1001-nya lenyap jadi topo, Kusno akan berjuang terus melawan kesengsaraan, biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar 1001 yang lain.
Hanya yang belum juga dapat dipahamkan Kusno ialah, mengapa selalu saja masih ada peperangan. Kusno merasa seorang yang di korbankan.
Dari ave maria ke jalan lain ke roma hal 115-118
Anjing belang oleh: mahatmanto
Sering kami berjumpa di sini
hampir setiap malam hari
di malam kelam dan terang
kalau aku pergi ke belakang
mengambil air sembahyang
dan dia mencari sisa-sisa yang terbuang
di keranjang sampah dekat perigi.
Pernah dia terpijak
dan aku terkejut melompat.
Dia memekik kikik dan terus lari.
Mungkin dai marah dan mengutuki
sedang sekali-kali tidak kusengaja.
Timbul pertanyaan yang mengerikan dalam hati – Siapa di antara kami yang paling dikasihi Ilahi?
Aku, ataukah anjing belang kerdil kecil ini
dengan lidah yang meraba-raba sampah
di atas tanah?
Mimbar Indonesia, th. IV No. 4, 28 jan. 1950
hampir setiap malam hari
di malam kelam dan terang
kalau aku pergi ke belakang
mengambil air sembahyang
dan dia mencari sisa-sisa yang terbuang
di keranjang sampah dekat perigi.
Pernah dia terpijak
dan aku terkejut melompat.
Dia memekik kikik dan terus lari.
Mungkin dai marah dan mengutuki
sedang sekali-kali tidak kusengaja.
Timbul pertanyaan yang mengerikan dalam hati – Siapa di antara kami yang paling dikasihi Ilahi?
Aku, ataukah anjing belang kerdil kecil ini
dengan lidah yang meraba-raba sampah
di atas tanah?
Mimbar Indonesia, th. IV No. 4, 28 jan. 1950
Cakar atau ekor? oleh : Mahatmanto
Di mana batas?
. . . . . . semua hendak serba bebas…..
melanggar,
meliar.
Bukankah setiap selalau hendak serba baru,
jadi menipu, memalsu?
serba aksi, jadi imitasi?
serba kuasa,
jadi memperkosa?
Ah, hanya pun kiri,
kalau selalu hendak serba kiri,
paling ke kiri dari yang terkiri,
di sana sayap jadi cakar. . . .
Sebaliknya pun : kanan
kalau serba paling terkanan,
disana sayap jadi ekor. . .
mimbar Indonesia, th I no. 3, 6 des. 1947
. . . . . . semua hendak serba bebas…..
melanggar,
meliar.
Bukankah setiap selalau hendak serba baru,
jadi menipu, memalsu?
serba aksi, jadi imitasi?
serba kuasa,
jadi memperkosa?
Ah, hanya pun kiri,
kalau selalu hendak serba kiri,
paling ke kiri dari yang terkiri,
di sana sayap jadi cakar. . . .
Sebaliknya pun : kanan
kalau serba paling terkanan,
disana sayap jadi ekor. . .
mimbar Indonesia, th I no. 3, 6 des. 1947
Langganan:
Postingan (Atom)
