gak jadi nulis lagi, udah kemaleman
Senin, 26 Desember 2011
menyenangkan
Hidup itu benar-benar menyenangkan. Terutama sekarang. Dan waktu kamu sadar seberapa menyenangkannya hidup ini, cerita dari buku yang begitu menghibur, dari film yang mengharu, dari lagu yang mengalun, itu semua gak ada apa-apanya :D
Kamis, 22 Desember 2011
kutipan kedua; ini baru terharu yang galau
Pada awalnya, ketika air matamu membasahi bajuku.
Kukira aku hanya akan menunggu dan membiarkannya kering.
Kukira aku hanya akan menunggu dan membiarkannya kering.
Tapi, air mata tersebut menjadi awan dan angin yang lebih besar,
dan jatuh sebagai hujan yang menahan langkah kakiku.
dan jatuh sebagai hujan yang menahan langkah kakiku.
Ketika hujan yang tidak dapat berhenti
tidak dapat dihindari, jatuh di atasku,
kemana aku harus pergi?
tidak dapat dihindari, jatuh di atasku,
kemana aku harus pergi?
Aku kehilangan jalanku
walaupun aku ingin lari
kau tinggal dipikiranku dan membuatku ingin terus kembali.
walaupun aku ingin lari
kau tinggal dipikiranku dan membuatku ingin terus kembali.
Aku.. ingin melindungimu,
dan aku ingin memperlakukanmu dengan baik.
dan aku ingin memperlakukanmu dengan baik.
Sementara aku kehujanan...
Senin, 10 Oktober 2011
kutipan
kemarin gw baca twit mbah sujiwotejo yang kurang lebih begini: "kalau aku tanya 'kenapa kamu cinta dia?' dan kamu bisa jawab, berarti itu bukan cinta itu kalkulasi.", di twit selanjutnya dia ngetwit "cinta tak perlu pengorbanan, cinta tak bisa dikalkulasi. cinta tak ada karena karena.". gw rasa itu bener....
Minggu, 02 Oktober 2011
dia hanya memintanya...
And when I ask you to be mine
You're gonna say you love me too
You're gonna say you love me too
Duduklah dian, perhatikan
Laku laki-laki yang lama dalam
dunianya
Sebagai karang
Yang menunggu seseorang datang
Untuk bersama mengenang gelombang
Untuk apa kita bertemu?
Lalu datang gelombang besar
menjawab
Menghantam hati dengan congkaknya
Dan hancurnya hatimenyadarkan
Bahwa dirinya jatuh untuk
membangun
Cinta
Untuk apa kita dibuat ragu?
lewat badai mendung
lewat badai mendung
Serbuan petir ketakutan
Akan kelanjutan benang
Yang sudah diikatnya?
Jika dirimu bersedia untuk tambat
Atau malah karam
Karang ini pasti tak akan pergi:
Tetap disitu
Dia telah berjanji
Sebelum ada baginya ikrar
Dia menunggu
Untuk ada tidaknya itu
Baginya yang ingin berbagi
Dirimu adalah lubang cerah
Dalam gumpalan badai kesepeian
Bukan sekedar hujan asam yang
mengikis dirinya
Baginya hanya ada senja
Dan pagi tak dimaknai nya sama
Langganan:
Postingan (Atom)